Angkasa Pura II Akhirnya Punya Saham Seri A Dwiwarna
Modal dasar PT Angkasa Pura (AP) II bertambah Rp20 triliun. Jenis saham juga jadi berseri sehingga punya saham Seri A Dwiwarna. Dalam rangka itu semua dilakukan perombakan Anggaran Dasar (AD) perusahaan yang menguasai bandara di wilayah Barat Indonesia itu. Peningkatan modal dasar dengan tambahan sebesar Rp20 triliun itu menjadikan AP II memiliki total modal dasar […]

trenasia
Author


Hotel Horison Sky, Kualanamu, Sumatera Utara, merupakan salah satu pengembangan bisnis AP II. Foto: AP II
(Istimewa)Modal dasar PT Angkasa Pura (AP) II bertambah Rp20 triliun. Jenis saham juga jadi berseri sehingga punya saham Seri A Dwiwarna. Dalam rangka itu semua dilakukan perombakan Anggaran Dasar (AD) perusahaan yang menguasai bandara di wilayah Barat Indonesia itu.
Peningkatan modal dasar dengan tambahan sebesar Rp20 triliun itu menjadikan AP II memiliki total modal dasar sebesar Rp63,886 triliun.
Pengelola bandara Soekarno Hatta itu juga mengeluarkan saham dalam simpanan (portepel) sebanyak 8.971.652 saham Seri B. masing-masing saham punya nilai nominal Rp1 juta dan seluruhnya diserap pemerintah.
Dengan begitu AP II berhak dapat tambahan modal ditempatkan dan disetor pada perseroan sebesar Rp8,971 triliun. Sebelumnya, modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp7 triliun sehingga dengan tambahan tersebut total menjadi Rp15,971 triliun.
Lantaran sudah lepas saham Seri B maka terjadi perubahan jenis saham menjadi terdiri atas saham Seri A Dwiwarna dan saham Seri B.
AD terbaru AP II juga menetapkan hak-hak saham Seri A Dwiwarna. Hak-hak tersebut tidak dimiliki saham Seri B.
Senior Vice President of Corporate Secretary AP II, Agus Haryadi, mengumumkan perubahan akta terkait AD perusahaan sudah selesai dilakukan. ”Berdasarkan pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan nomor: 21 tanggal 26 Maret 2019 yang dibuat di hadapan Notaris Maya Veronica,” ungkapnya.
Tidak dijelaskan alasan konkrit penambahan modal dasar dan tambahan modal ditempatkan sampai perubahan jenis saham menjadi berjenjang itu.
Namun langkah tersebut kian menyiratkan bahwa rencana AP II untuk melepas saham perdana kepada publik (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) segera dijalankan.
Pada umumnya, BUMN yang menjadi perusahaan publik memang dibekali dengan saham Seri A Dwiwarna. Saham tersebut biasa dibilang saham Merah Putih. Memiliki keistimewaan, salah satunya, dengan jumlah sedikit atau katakan lah satu saham saja memiliki hak dan wewenang setara pengendali.
Dengan memiliki saham Seri A Dwiwarna, pemerintah tetap berhak menentukan arah, menempatkan manajemen di jajaran direksi, sampai komisaris di BUMN yang sudah menjadi perusahaan publik.(*)
