Industri

10 Saham Favorit Penggerak IHSG Hingga Tembus 5.000

  • JAKARTA – Saham-saham dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) kecil hingga menengah bisa jadi favorit para investor di pasar modal Indonesia. Terutama setelah saham-saham itu menjadi pemimpin pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga kembali menyentuh level psikologis 5.000 sepanjang tahun ini. Lihat saja statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 16 Juni 2020. Dari 10 besar […]

<p>Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Jakarta, Selasa (7/4/2020). IHSG ditutup melemah 33,19 poin atau 0,69 persen ke level 4.778,64 dihari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.</p>

Seorang pria melintasi layar elektronik pergerakan saham di Jakarta, Selasa (7/4/2020). IHSG ditutup melemah 33,19 poin atau 0,69 persen ke level 4.778,64 dihari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

(Istimewa)

JAKARTA – Saham-saham dengan kapitalisasi pasar (market capitalization) kecil hingga menengah bisa jadi favorit para investor di pasar modal Indonesia. Terutama setelah saham-saham itu menjadi pemimpin pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga kembali menyentuh level psikologis 5.000 sepanjang tahun ini.

Lihat saja statistik Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga 16 Juni 2020. Dari 10 besar saham penggerak IHSG, sembilan di antaranya merupakan saham berbasis small and mid cap.

Di antara daftar itu, posisi nomor satu diisi PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR). Saham dengan kapitalisasi pasar Rp52 triliun itu memberikan 9,5 poin untuk IHSG yang per 16 Juni 2020 ada di level 4.986,46.

Kontribusi saham TOWR ini sejalan dengan pergerakkan harganya yang naik 26,7% dari Rp805 per akhir 2019 menjadi Rp1.020 per lembar.

Selain TOWR, ada saham PT Bank Artos Indonesia Tbk. (ARTO) dan PT Metro Healtcare Indonesia Tbk. (CARE) dengan pertumbuhan harga 170,1% dan 195,1%. Keduanya memberikan kontribusi terhadap IHSG sebesar 7,4 poin dan 5,8 poin.

Saham ARTO dengan kapitalisasi pasar Rp14 triliun bergerak dari Rp466 menjadi Rp1.260 per lembar setelah resmi diakuisisi Jerry Ng dan Patrick Walujo. Sementara saham CARE yang baru mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini ada di level Rp304 dari harga perdana Rp103 per lembar.

Beberapa saham small and mid cap yang masuk deretan penggerak IHSG lainnya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Merdeka Cooper Gold Tbk. (MDKA), PT Siantar Top Tbk. (STTP), PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC), dan PT Tunas Ridean Tbk. (TURI).

Sementara satu-satunya saham big cap yang masuk deretan 10 saham penggerak IHSG adalah saham PT Sinarmas Multiartha Tbk. (SMMA).

Sepanjang tahun ini, saham SMMA sudah naik 3,1% dari Rp15.225 per akhir 2019 menjadi Rp15.700 per lembar. Melalui peningkatan harganya, SMMA berkontribusi 2,6 poin terhadap IHSG.

Pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2020, IHSG ditutup di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,02% sebesar 1,31 poin ke level 4.987.77. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.018,98 pada awal perdagangan yang kemudian bergerak sideways.

Meski ditutup di zona positif, IHSG masih terkoreksi 20,82% sejak awal tahun ini. Sepanjang hari ini, dua sektor menjadi penekan IHSG yaitu industri kimia dasar yang turun 0,05% dan keuangan terkoreksi 0,64%.

Saat yang sama, investor asing masih mencatat aksi jual bersih (net sell) senilai Rp757,58 miliar. Sehingga, catatan net sell investor asing sejak awal tahun menebal menjadi Rp11,6 triliun. (SKO)