Republik Ceko Ajak Kerja Sama di Bidang Energi, Simak Penawarannya
- Republik Ceko menawarkan kerja sama kepada Indonesia terkait teknologi pertambangan dan dekarbonisasi.

Aprilia Ciptaning
Author
JAKARTA – Republik Ceko menawarkan kerja sama kepada Indonesia terkait teknologi pertambangan dan dekarbonisasi.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceko Richard Brabec Ceko ketika berkunjung ke Tanah Air, kemarin, 21 Juni 2021.
“Ceko dan Indonesia memiliki kesamaan dalam menghadapi tantangan di bidang penyediaan energi, khususnya terkait dengan net zero emission,” ujarnya.
- Republik Ceko Ajak Kerja Sama di Bidang Energi, Simak Penawarannya
- Amerika Serikat Coret Tiktok dan WeChat dari Daftar Aplikasi Terlarang
- Pengembangan EBT untuk Capai Netralitas Karbon
Ia menyebut, beberapa perusahaan Ceko juga menyampaikan potensi kerja sama di bidang energi melalui pembentukan joint venture untuk industri solar photovoltaic di Indonesia. Pihaknya pun ingin menginisiasi pembentukan working group on mining, geology and energy dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menanggapi hal ini, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyambut baik wacana ini.
“Kami akan menindaklanjuti pembicaraan ini di tingkat teknis,” kata Arifin.
Disebutkan, pada era 19900an, penyediaan energi Ceko hampir seluruhnya dipenuhi dari batu bara. Namun, dengan adanya komitmen global, Ceko akan menurunkan emisi sebesar 38% dari sektor energi pada 2030.
Hal ini dilakukan untuk mempercepat net zero emission pada 2050 bersama dengan negara anggota Uni Eropa lainnya.
Seperti diketahui, visi ini juga sejalan dengan strategi Kementerian ESDM guna meningkatkan pemanfaatan EBT dan mencapai netral karbon.
Beberapa strategi yang telah disiapkan, meliputi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara masif, menghentikan pengoperasian pembangkit listrik berbasis batu bara pada 2058 dan pembangkit listrik gabungan pada 2054.
Selain itu, aka nada konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit listrik EBT, implementasi Carbon Capture and Storage atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCS/CCUS), meningkatkan penggunaan kendaraan listrik pada 2030, yakni dua juta mobil dan 13 juta sepeda motor, serta interkoneksi transmisi dan pengembangan kelistrikan smart grid.
Arifin mengaku, pihaknya siap berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk sektor swasta untuk mengoptimalkan transisi energi.
“Tujuannya menciptakan peluang bisnis pertambangan bernilai tambah di Indonesia,” tuturnya. (RCS)
