Tunggu IHSG Rebound, Saham BBTN hingga HRUM jadi Pilihan
- Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham ARTO, BBTN, BJBR, dan HRUM untuk trading jangka pendek di tengah sinyal pemulihan IHSG yang masih terbatas.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan empat saham, yakni PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), serta PT Harum Energy Tbk (HRUM), sebagai pilihan trading jangka pendek pada Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam riset yang dirilis hari ini, Ciptadana menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan jangka pendek. Meski demikian, belum terlihat sinyal kuat bagi indeks untuk melanjutkan penguatan secara signifikan.
“Momentum rebound mulai terbentuk, namun IHSG masih bergerak terbatas dan belum mampu menembus resistance utama,” tulis Ciptadana dalam laporannya, Kamis 5 Februari 2026.
Rekomendasi Saham Pilihan
1. PT Bank Jago Tbk (ARTO)
Saham ARTO ditutup stagnan di level Rp1.630 pada perdagangan Rabu (4/2). Sebelumnya, saham ini sempat menembus area support Rp1.600–1.585 dan turun hingga Rp1.500.
Secara teknikal, tekanan jual masih cukup dominan. Namun, indikator menunjukkan ARTO mulai mendekati area jenuh jual, sehingga berpeluang mengalami rebound jangka pendek.
Strategi yang disarankan bersifat spekulatif, yakni beli jika harga menembus Rp1.670, dengan batas rugi di Rp1.590 dan target di sekitar Rp1.800.
2. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN)
BBTN melonjak 9,39% dan ditutup di Rp1.340. Tren menengah saham ini masih positif, tercermin dari pola pergerakan harga yang membentuk level terendah yang semakin tinggi.
Saham ini sebelumnya memantul dari area Rp1.070 dan kini menghadapi tantangan di kisaran Rp1.350–1.370. Selama tidak turun signifikan, arah tren masih terjaga.
Ciptadana merekomendasikan beli saat harga terkoreksi di sekitar Rp1.310, dengan batas rugi Rp1.250 dan target di Rp1.450.
3. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
Saham BJBR menguat 2,47% ke level Rp830. Pergerakannya cenderung mendatar dengan kecenderungan naik setelah memantul dari area Rp710–745.
Pola higher low mengindikasikan adanya akumulasi bertahap. Meski demikian, penguatan masih tertahan di area Rp855.
Strategi yang disarankan adalah beli saat harga melemah di sekitar Rp820, dengan batas rugi Rp800 dan target keuntungan Rp855 hingga Rp885.
4. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
HRUM naik 2,4% dan ditutup di Rp1.065. Secara tren menengah, saham ini masih berada dalam tren naik setelah keluar dari fase konsolidasi di kisaran Rp770–960.
Setelah sempat menembus Rp1.335 dan terkoreksi, pergerakan HRUM dinilai masih sehat. Indikator teknikal juga menunjukkan momentum penguatan mulai kembali terbentuk.
Strateginya, beli spekulatif di sekitar Rp1.065, dengan batas rugi Rp1.015 dan target di Rp1.185.
Pergerakan IHSG Masih Terbatas
IHSG pada perdagangan Rabu (4/2) ditutup naik 24 poin atau 0,3% ke level 8.147. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 8.050 hingga 8.195, dengan penguatan ditopang saham AMMN, BBCA, dan BMRI.
Ciptadana menilai IHSG saat ini mulai memasuki fase konsolidasi setelah reli cukup kuat sebelumnya. Indeks belum mampu bertahan di atas level 9.174, yang menandakan mulai muncul aksi ambil untung dan kehati-hatian investor.
Meski sempat turun mendekati area 7.480–7.550, IHSG berhasil memantul cepat, menunjukkan minat beli masih kuat di level bawah. Namun, pergerakan ke atas masih tertahan di kisaran 8.500–8.525.
Adapun level teknikal penting IHSG saat ini adalah:
- Resistance: 8.525, 8.700, 9.174
- Support: 7.854, 7.548, 7.482
Ciptadana menyimpulkan, sinyal pemulihan jangka pendek IHSG mulai terlihat, namun pasar masih bergerak hati-hati karena belum ada konfirmasi penembusan resistance utama.
Dalam kondisi tersebut, strategi trading selektif dinilai menjadi kunci. Saham ARTO, BBTN, BJBR, dan HRUM dinilai menarik untuk jangka pendek, dengan pendekatan beli di area tertentu serta disiplin dalam menerapkan batas risiko, sembari mencermati arah pergerakan IHSG ke depan.

Ananda Astri Dianka
Editor
