Saham Teknologi Melesat Usai Trump Tunda Tarif Impor, GOTO Terdepan
- IDX Teknologi, indeks saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia, mencatat lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunda penerapan tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – IDX Teknologi, indeks saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia, mencatat lonjakan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunda penerapan tarif impor terhadap Meksiko dan Kanada.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, pada Selasa, 3 Februari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung rebound dengan kenaikan 1,01% ke level 7.104. Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,1% ke level 7.030.
Secara sektoral, hingga pukul 10.19 WIB, IDX Teknologi mencatat kenaikan tertinggi dengan penguatan 2,84%. Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), yang melesat 4,94% ke level Rp85 per saham.
- Harga Sembako di Jakarta Selasa, 04 Februari 2025, Daging Kambing Naik, Beras IR 42/Pera Turun
- Trump Tunda Tarif Impor Kanada dan Meksiko, Pasar Saham Asia Menguat
- Indeks LQ45 Dibuka Naik, Terkerek Penguatan Sahama KLBF hingga MBMA
Selama periode tersebut, saham GOTO telah dibelanjakan sebanyak 25,26 juta lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp212,63 miliar. Adapun pada perdagangan sebelumnya, saham emiten teknologi ini terpantau diakumulasi investor asing dengan net buy mencapai Rp41,3 miliar.
Selain itu, saham-saham sektor industri dasar (Basic-Industrial) juga menguat 2,19%, dengan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA,) milik konglomerat Prajogo Pangestu memimpin kenaikan sebesar 9,33% ke level Rp8.200 per saham.
Penundaan tarif impor diumumkan setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum pada Senin, 3 Februari 2025. Trudeau mengungkapkan bahwa Kanada akan memperkuat perbatasannya dengan hampir 10.000 petugas guna menghentikan migrasi ilegal dan penyelundupan narkoba, khususnya fentanil.
Sementara itu, Sheinbaum menyepakati pengiriman 10.000 tentara ke perbatasan untuk tujuan serupa. Sebelumnya, Trump menetapkan tarif 25% untuk barang impor dari Kanada dan Meksiko serta 10% untuk China melalui perintah eksekutif pada 1 Februari 2025, yang seharusnya mulai berlaku pada 4 Februari 2025.
Namun, tarif terhadap Kanada dan Meksiko kini ditunda selama 30 hari guna negosiasi lebih lanjut. Di sisi lain, Trump mengisyaratkan adanya pembicaraan dengan China dalam 24 jam ke depan untuk menghindari tarif tambahan, sekaligus menyinggung kekhawatiran AS terhadap pengaruh China atas Terusan Panama.
Kebijakan ini sempat membuat pasar saham AS melemah tajam, tetapi berhasil rebound. Dow Jones mencatat pelemahan moderat sebesar 0,3% setelah Trump menunda kenaikan tarif terhadap Kanada dan Meksiko.
Sementara itu, pasar indeks berjangka (futures) Dow Jones dan S&P 500 pagi ini menguat masing-masing sebesar 0,4% dan 0,6%. "Hal ini, menurut kami, akan direspons positif oleh pasar saham Asia pagi ini, termasuk Indonesia," tulis Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, Selasa, 4 Februari 2025.
Analis Mirae Asset Sekuritas, Tasrul Tanar, memperkirakan pergerakan IHSG hari ini akan berada di rentang 6.971 – 7.086, dengan kecenderungan konsolidasi menguat meskipun dalam downtrend jangka menengah.
Untuk rekomendasi saham, pertama, PGAS menunjukkan koreksi yang mulai terbatas, dengan support di Rp1.565 dan resistance di Rp1.600. Saham ini disarankan untuk buy on weakness.
Selanjutnya, GOTO masih konsolidasi dalam uptrend jangka panjang, dengan support di Rp78 dan resistance di Rp82. Saham ini juga disarankan untuk buy on weakness.
Terakhir, ESAA masih dalam fase konsolidasi pada uptrend jangka panjang, dengan support di Rp805 dan resistance di Rp840. Berdasarkan analisis teknikal saat ini, ESAA juga direkomendasikan untuk buy on weakness.

Ananda Astridianka
Editor
