Nasional

Rusia Terpukul dalam Pertempuran Tank Terbesar di Ukraina

  • Pertarungan tiga minggu di kota Vuhledar di Ukraina selatan menghasilkan apa yang dikatakan pejabat Ukraina sebagai pertempuran tank terbesar dalam perang sejauh ini. Dan juga menjadi kemunduran menyakitkan bagi Rusia.

KYIV-Pertarungan tiga minggu di kota Vuhledar di Ukraina selatan menghasilkan apa yang dikatakan pejabat Ukraina sebagai pertempuran tank terbesar dalam perang sejauh ini. Dan juga menjadi kemunduran  menyakitkan bagi Rusia. 

Dalam pertempuran  panjang di dataran dekat kota pertambangan batu bara itu, kedua belah pihak mengirim tank ke medan perang. Mereka  bergemuruh di atas jalan tanah dan bermanuver di sekitar barisan pohon. 

Rusia mencoba mendorong ke depan dan Ukraina bermanuver bertahan. Mereka menembak dari kejauhan atau dari tempat persembunyian saat pasukan Rusia masuk ke pandangan mereka. 

Ketika itu berakhir, Rusia tidak hanya gagal merebut Vuhledar. Tetapi  juga telah membuat kesalahan  sama yang merugikan Moskow ratusan tank di awal perang. Yakni menggerakan  kolom kendaraan ke penyergapan.

Diledakkan  ranjau, dihantam dengan artileri atau dipukul  rudal anti-tank, kendaraan lapis baja Rusia yang hangus sekarang mengotori ladang pertanian di sekitar Vuhledar.  Militer Ukraina mengatakan Rusia telah kehilangan setidaknya 130 tank dan pengangkut personel lapis baja dalam pertempuran itu. Angka itu tidak dapat diverifikasi secara independen. Ukraina sendiri tidak mengungkapkan berapa banyak senjata yang hilang. Rusia di sisi lain bungkam dengan pertempuran Vuhledar.

Kurangnya keahlian tampaknya menjadi salah satu penyebab Rusia seperti kebingungan dalam pertempuran ini. Banyak dari unit paling elit mereka telah rusak akibat pertempuran sebelumnya. Tempat mereka kemudian diisi  dengan tentara hasil mobilisasi . Mereka  tidak terlatih dalam taktik Ukraina untuk menyergap kolom. 

Akibat kehilangan banyak tank di Vuhledar Rusia terlihat mengubah taktik. Kini mereka lebih menekankan pada serangan infanteri.

Kekalahan  Rusia juga diakui sejumlah  blogger militer Rusia. Sebagian besar dari mereka menempatkan kesalahan pada para jenderal karena menerapkan taktik yang salah.

Grey Zone, saluran Telegram yang berafiliasi dengan kelompok tentara bayaran Wagner dalam postingannya mengatakan kerabat orang yang mati akan marah dan ingin balas dendam  terhadap para jenderal yang bertanggung jawab atas penyerangan di dekat Vuhledar.

Letnan Vladislav Bayak wakil komandan Batalyon Mekanis ke-1 Brigade ke-72 Ukraina kepad The New Yorks Times 2 Februari 2023 menjelaskan  bagaimana mereka dapat menimbulkan kerugian besar. Bahkan para komandan Ukraina mengklaim kerugian Rusia di Vuhledar menjadi yang terbesar dalam tank pertempuran perang sejauh ini.

Letnan Bayak melihat kolom pertama yang terdiri dari sekitar 15 tank. Juga ada sejumlah  dan pengangkut personel lapis baja mendekat. Pergerakan mereka terpantau oleh  drone.

“Pasukan Ukraina segera bersiap. Mereka telah menyiapkan zona pembunuhan lebih jauh di sepanjang jalan tanah tempat tank-tank itu bergemuruh. Komandan hanya perlu memberi perintah melalui radio,” katanya.

Ketika perintah turun tim anti-tank yang bersembunyi di barisan pohon  dan dipersenjatai dengan Javelin dan  Stugna-P  segera melepaskan senjata mereka. Lebih jauh lagi, baterai artileri sudah siap. Jalan tanah telah dibiarkan bebas dari ranjau. Sementara  ladang di sekitarnya ditabari dengan senjata ini. Ini  untuk memaksa Rusia maju.

Menurut Bayak, barisan tank menjadi yang paling rentan. Setelah penembakan dimulai dan pengemudi panik mereka mencoba untuk berbalik. Mau tidak mau mereka masuk ke bahu jalan yang sarat ranjau. Kendaraan yang diledakkan kemudian bertindak sebagai penghalang, memperlambat atau menghentikan lajur. 

Pada saat itu artileri Ukraina melepaskan tembakan. Meledakan  lebih banyak lapis baja  dan membunuh tentara yang keluar dari mesin yang rusak. Yang terjadi kemudian adegan kekacauan dan ledakan.

Penyergapan telah menjadi taktik khas Ukraina melawan kolom lapis baja Rusia sejak awal perang. Namun menurut komandan Ukraina,  Rusia  mengirim kolom lapis baja ke depan karena kurangnya pilihan lain melawan posisi Ukraina yang dibentengi dengan baik. Ini harus dilakukan  betapapun mahalnya taktik itu.

Selama sekitar tiga minggu pertempuran tank, serangan lapis baja Rusia yang berulang kali gagal. Dalam satu contoh, komandan Ukraina meminta serangan dengan HIMARS. Padahal biasanya senjata ini digunakan  pada target stasioner seperti gudang amunisi atau barak. Tetapi ternyata juga  efektif melawan kolom tank yang macet. Ukraina juga menembak dengan howitzer M777 Amerika dan Caesar Prancis. Juga  persenjataan lain yang disediakan Barat seperti Javelin.

Menunggu dengan Tenang

Dalam penyergapan, kru menyembunyikan tank dalam jangkauan jalan yang mungkin dilalui tank atau pengangkut personel lapis baja Rusia. Mereka  menunggu dengan tenang. Saat  duduk dan bersiap untuk penyergapan, mereka harus menjaga agar mesin tetap hangat. Ini  karena menghidupkan ulang akan memakan waktu terlalu lama. Tetapi menyalakan mesin akan berisik. Sebagai gantinya mereka membakar pemanas minyak tanah kecil di samping mesin.

Dalam pertempuran besar terakhir perintah datang saat fajar. Mereka  mempersiapkan penyergapan pada 16 tank Rusia dan kendaraan lapis baja yang bergerak maju menuju garis Ukraina. Hrebenok seorang kru tank mengaku  situasinya selalu menakutkan. Tetapi mereka harus menyerang.

Mereka berhenti sekitar tiga mil dari lokasi penyergapan, tepat di luar jangkauan tembakan balasan. MEreka  menembak dalam koordinasi dengan pilot pesawat tak berawak yang memberi koordinat untuk target yang tidak dapat mereka lihat secara langsung.

Kolom Rusia terhenti karena ranjau dan pasukan Ukraina mulai melepaskan tembakan. Hrebenok mengatakan awak tank Rusia memiliki sedikit peluang begitu mereka berada di zona pembunuhan