Reshuffle Kabinet Bikin IHSG Ambruk, Analis Ingatkan Soal Fiskal
- IHSG longsor 1,66% ke 7.638,25 usai reshuffle kabinet mengganti Sri Mulyani. Tekanan jual masif Rp15,07 triliun seret 510 saham merah, pasar cemas disiplin fiskal di era Purbaya Yudhi Sadewa.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Pasar saham Indonesia kembali berguncang hebat. Setelah kemarin anjlok akibat pengumuman reshuffle kabinet, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 9 September 2025, kembali longsor 1,66% ke level 7.638,25.
Tekanan jual masif ini menunjukkan bahwa sentimen negatif dari pergantian Menteri Keuangan masih sangat membayangi pasar. Nilai transaksi pun sangat tinggi, mencapai Rp15,07 triliun, dengan 510 saham terparkir di zona merah, menandakan kepanikan yang meluas.
Di tengah gejolak ini, para investor kini menghadapi pertanyaan besar. Seberapa dalam koreksi pasar ini akan berlanjut, dan saham mana saja yang menjadi korban utamanya? Mari kita bedah tuntas analisisnya untuk menemukan jawaban.
1. Berakhirnya Era Sri Mulyani & Ketidakpastian Baru
Gempa politik ini dipicu oleh keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mengganti Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan. Langkah ini sontak memicu reaksi negatif dari pasar, menandai berakhirnya sebuah era di mana ia dianggap sebagai simbol kredibilitas fiskal.
Menurut Bloomberg, Sri Mulyani secara luas diakui sebagai figur yang berhasil membantu Indonesia mengamankan peringkat kredit layak investasi. Kepergiannya inilah yang dinilai pasar telah menciptakan ketidakpastian baru, terutama mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.
Meskipun sebelumnya kerap dirumorkan akan mundur, keputusan reshuffle ini tetap mengejutkan. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, hanya menjelaskan secara singkat bahwa pencopotan Sri Mulyani dari jabatannya merupakan hak prerogatif presiden.
2. Siapa Penggantinya? Profil Purbaya Yudhi Sadewa
Sosok pengganti Sri Mulyani, Purbaya Yudhi Sadewa, bukanlah orang baru di lingkungan pemerintahan dan pasar keuangan. Ia memiliki rekam jejak yang panjang, mulai dari menjabat sebagai Deputi di Kemenko Maritim dan Investasi hingga staf khusus di Kemenko Perekonomian.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Purbaya juga pernah berkarir sebagai ekonom senior di Danareksa Research Institute. Ia bahkan pernah menjabat sebagai Direktur Utama di PT Danareksa Sekuritas, menunjukkan pemahamannya yang mendalam mengenai dinamika pasar modal.
Latar belakangnya yang kuat di pasar keuangan diharapkan bisa membawa perspektif baru. Namun, pasar tampaknya masih membutuhkan waktu untuk bisa meyakini arah kebijakan yang akan ia ambil, terutama terkait kedisiplinan anggaran negara di masa mendatang.
3. Analisis Stockbit Sekuritas: Kenapa Pasar Merespons Negatif?
Tim Research Stockbit Sekuritas, reaksi negatif pasar ini kemungkinan besar disebabkan oleh persepsi meningkatnya ketidakpastian terkait kedisiplinan fiskal pemerintah. Sri Mulyani selama ini dianggap sebagai penjaga gawang yang sangat ketat terhadap kesehatan APBN.
Kepergiannya menimbulkan pertanyaan besar di benak para investor. "Apakah pemerintah akan tetap menjaga disiplin fiskal yang sama? Terutama di tengah berbagai rencana belanja besar yang telah dicanangkan oleh pemerintahan baru," tulis riset Stockbit Sekuritas.
Inilah pertanyaan krusial yang kini membayangi benak para investor, baik asing maupun domestik. "Ketidakpastian inilah yang menjadi pemicu utama dari aksi jual masif yang terjadi di pasar saham dalam dua hari terakhir ini,"tambah mereka.
4. Dampak di Lantai Bursa: Sektor Infrastruktur & Keuangan Anjlok
Pelemahan IHSG hari ini terasa di hampir semua sektor utama. Sektor infrastruktur menjadi yang paling parah dengan anjlok -2,14%, menunjukkan kekhawatiran pasar terhadap proyek-proyek besar yang mungkin terpengaruh oleh perubahan kebijakan fiskal.
Diikuti oleh sektor keuangan yang juga ikut merosot sebesar -1,52%. Sektor teknologi (-1,24%), energi (-1,16%), dan barang konsumsi primer (-0,94%) juga tak luput dari tekanan jual yang meluas di seluruh papan perdagangan.
Hanya sektor transportasi dan perindustrian yang mampu bertahan di zona hijau. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif dari reshuffle kabinet berdampak secara luas dan tidak hanya terpusat pada satu sektor saja, menandakan kekhawatiran yang sistemik.
5. Apa Artinya Ini Bagi Investor? Pandangan Stockbit Sekuritas
Bagi investor, periode ini adalah saat untuk waspada. Tim Research Stockbit Sekuritas menyarankan beberapa metrik kunci yang perlu dipantau, yaitu aliran dana asing di pasar obligasi dan saham, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah.
Dalam jangka yang lebih panjang, investor perlu mencermati bagaimana kebijakan fiskal di bawah menteri baru akan dieksekusi. Keseimbangan antara mendorong pertumbuhan dan menjaga defisit APBN akan menjadi kunci utama kepercayaan pasar.
Untuk saat ini, bagi investor yang ingin bermain lebih defensif, Stockbit Sekuritas menyarankan untuk mempertimbangkan emiten di sektor konsumer. "Saham-saham seperti SIDO, MYOR, dan CMRY bisa menjadi pilihan pelabuhan aman sementara," tutup riset tersebut.

Alvin Bagaskara
Editor
