Profil Pandji Pragiwaksono yang Tampil Berani di Panggung Mens Rea
- Belakangan ini nama Pandji Pragiwaksono menjadi perbincangan publik karena penampilannya di panggung Mens Rea.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Siapa sih yang tak kenal Pandji Pragiwaksono? Semua orang tentu saja mengenalnya. Belakangan ini nama Pandji menjadi perbincangan publik karena penampilannya di panggung Mens Rea.
Mens Rea, pertunjukan stand-up comedy spesial karya Pandji Pragiwaksono, langsung menarik perhatian begitu dirilis di Netflix pada 27 Desember 2025. Ia menyajikan materi terkait budaya hukum Indonesia, kebijakan pemerintah, dan berbagai keanehan dalam kehidupan sehari-hari.
Disampaikan melalui gaya satir khas Pandji, membuat Mens Rea menjadi viral dan memicu beragam respons. Sejak awal, pertunjukan ini dirancang agar topik politik lebih mudah dicerna oleh anak muda, dengan bahasa yang santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui panggung stand-up, Pandji mengajak penonton untuk melihat secara kritis isu kekuasaan, hukum, dan dinamika sosial yang sering terasa jauh dari pengalaman generasi muda.
Profil Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo lahir di Singapura pada 18 Juni 1979.Pandji merupakan anak dari Koes Pratomo Wongsoyudo dan Siti Khadijah Hassni. Ayahnya dikenal sebagai seorang karateka sekaligus pendiri Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) pada tahun 1963.
Ia menempuh Pendidikan menengah atas di Kolese Gonzaga, Jakarta. Selanjutnya, ia melanjutkan studinya di Institut Teknologi Bandung (ITB), tepatnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Latar pendidikan seni yang dimilikinya sering terlihat dari cara Pandji menyusun ide, baik di atas panggung, tulisan, maupun karya audiovisual. Ia juga dikenal memiliki ketertarikan terhadap isu-isu sosial, kebangsaan, dan identitas, yang kemudian menjadi tema utama dalam hampir seluruh karyanya.
Pandji Pragiwaksono dikenal sebagai sosok multitalenta yang berkiprah sebagai komika, aktor, penyiar radio, presenter, penulis buku, sutradara, dan podcaster.
Sebelum dikenal sebagai komika, Pandji memulai kariernya di dunia radio. Ia pertama kali menjadi penyiar di Hard Rock FM Bandung pada awal 2000-an, kemudian melanjutkan di Hard Rock FM Jakarta. Pengalaman ini membantu mengasah kemampuan berbicaranya terasah.
Radio menjadi wadah pertama bagi Pandji untuk membentuk citra publiknya yang kritis, namun tetap santai. Gaya bicaranya yang lugas dan berani menyampaikan pendapat perlahan berhasil menarik perhatian audiens yang lebih luas.
Namanya semakin dikenal publik saat ia terjun ke dunia televisi sebagai presenter. Ia memandu berbagai program hiburan dan reality show, termasuk acara yang menuntut spontanitas dan interaksi langsung dengan para peserta.
Pandji juga dikenal sebagai sosok yang memiliki minat terhadap basket dan NBA, yang sempat membawanya menjadi presenter program olahraga. Eksposur televisi membuat namanya dikenal oleh berbagai kalangan, sebelum akhirnya ia menemukan dunia stand-up comedy yang benar-benar merepresentasikan suaranya.
Pandji termasuk salah satu generasi yang mendorong perkembangan stand-up comedy modern di Indonesia. Ia dikenal luas sebagai pembawa acara Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV pada musim-musim awal, sebelum akhirnya menjabat sebagai juri.
Berbeda dari banyak komika lainnya, Pandji konsisten menghadirkan tema sosial, politik, dan kebangsaan dalam penampilannya. Tur stand-up-nya sering disusun sebagai narasi utuh, bukan sekadar rangkaian materi terpisah.
Mulai dari Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Komoidoumenoi, hingga Mens Rea, Pandji memanfaatkan panggung komedi sebagai sarana untuk mendorong diskusi publik.
Di samping itu, bersama Ernest Prakasa, Ryan Adriandhy, Raditya Dika, dan Isman Hidayat Suryaman, Pandji mendirikan komunitas Stand Up Comedy Indonesia (Stndupindo) pada 13 Juli 2011.
Standupindo merupakan komunitas yang menghimpun para penggemar stand-up comedy dari seluruh Indonesia, dengan tujuan belajar bersama dan saling mendukung perkembangan karier masing-masing.
Selain Standupindo, Pandji juga mendirikan perusahaan Stand Up Comedy 360 bernama Markas Comika, yang bertujuan memperkuat ekosistem komika dan mengembangkan industri stand-up comedy di Indonesia.
Pandji juga tercatat sebagai komika tunggal Indonesia pertama yang melakukan tur keliling dunia. Beberapa tur spesialnya yang meraih kesuksesan besar antara lain Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Pragiwaksono, dan Komoidoumenoi.
Tak sampai di situ saja, Pandji juga merilis beberapa album musik rap seperti Provocative Proactive (2008) dan Merdesa (2010). Dalam dunia akting, ia telah tampil dalam puluhan film, seperti Comic 8, Rudy Habibie, Ayat-Ayat Cinta 2, sekaligus menjajal peran sebagai sutradara dalam film Partikelir (2018) dan Mendarat Darurat (2022).
Diketahui, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dengan mendirikan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia pada 2007, sebuah yayasan yang fokus memberikan pendampingan anak-anak yang menderita kanker.

Distika Safara Setianda
Editor
