Tren Ekbis

Pohon Bisnis Bakrie Group, Dari Tambang, Properti hingga Kendaraan Listrik

  • Bakrie Group memiliki gurita bisnis di sektor batu bara, migas, infrastruktur, media, properti hingga kendaraan listrik. Simak daftar emiten dan lini usahanya.
anindya bakrie.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID - Nama Bakrie Group telah lama menjadi salah satu simbol konglomerasi terbesar di Indonesia. Didirikan oleh Achmad Bakrie pada 1942 sebagai perusahaan perdagangan dan agen komisi, grup usaha ini berkembang menjadi kerajaan bisnis yang menguasai berbagai sektor strategis, mulai dari pertambangan, energi, infrastruktur, manufaktur, media, properti, hingga kendaraan listrik.

Hingga kini, bisnis keluarga Bakrie tetap menjadi salah satu kelompok usaha dengan jaringan perusahaan publik terbanyak di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui berbagai entitas yang saling terhubung, Bakrie Group memiliki eksposur terhadap komoditas energi, pembangunan infrastruktur nasional, industri manufaktur, penyiaran televisi, hingga pengembangan teknologi transportasi ramah lingkungan.

Di bawah kepemimpinan generasi ketiga keluarga Bakrie, konglomerasi ini juga mulai melakukan transformasi menuju bisnis berbasis energi baru dan kendaraan listrik tanpa meninggalkan sektor energi konvensional yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama.

Baca juga : Gurita Bisnis Chairul Tanjung, Ini Daftar Perusahaan CT Corp

Sejarah Singkat Bakrie Group

Bakrie Group didirikan oleh Achmad Bakrie di Lampung pada 1942. Awalnya perusahaan bergerak sebagai pedagang umum dan agen komisi berbagai komoditas.

Perusahaan kemudian berkembang pesat setelah memasuki bisnis konstruksi, perdagangan internasional, manufaktur, perkebunan, hingga pertambangan pada era industrialisasi Indonesia.

Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan oleh Aburizal Bakrie, yang membawa grup ini berekspansi secara agresif ke sektor energi, media, telekomunikasi, properti, dan infrastruktur.

Kini, generasi ketiga yang dipimpin Anindya Novyan Bakrie mendorong transformasi perusahaan ke sektor kendaraan listrik, digitalisasi industri, hingga energi rendah karbon.

Gurita Bisnis Bakrie Group

Salah satu ciri khas Bakrie Group adalah struktur konglomerasinya yang tersebar dalam berbagai perusahaan terbuka, bukan berada di bawah satu holding tunggal.

Model bisnis tersebut membuat masing-masing perusahaan memiliki fokus usaha berbeda namun tetap saling terhubung dalam ekosistem Grup Bakrie.

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, berikut sektor bisnis utama Bakrie Group,

1. Pertambangan Batu Bara

Pertambangan menjadi tulang punggung bisnis Grup Bakrie. Melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI), grup ini menjadi salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. BUMI memiliki kepemilikan pada dua perusahaan tambang besar, yakni:

  • Kaltim Prima Coal (KPC)
  • Arutmin Indonesia

Kedua perusahaan tersebut memasok batu bara untuk pembangkit listrik domestik maupun pasar ekspor ke berbagai negara Asia. Selain batu bara termal, BUMI juga mulai melakukan diversifikasi menuju komoditas mineral strategis.

2. Pertambangan Mineral

Diversifikasi sektor tambang dilakukan melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Perusahaan ini mengembangkan berbagai proyek mineral, antara lain:

  • Tambang emas
  • Tambang tembaga
  • Tambang seng
  • Tambang timbal

BRMS memiliki proyek pertambangan di Palu, Sulawesi Tengah, serta sejumlah wilayah prospektif lainnya. Seiring meningkatnya harga emas global, bisnis mineral menjadi salah satu fokus pertumbuhan baru Grup Bakrie.

Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Air Minum dalam Kemasan di Indonesia?

3. Minyak dan Gas Bumi

Di sektor migas, Grup Bakrie memiliki PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Perusahaan ini bergerak dalam sektor bisnis sebagai berikut,

  • Eksplorasi minyak bumi
  • Produksi gas alam
  • Pengembangan blok migas
  • Operasi lapangan migas

ENRG memiliki aset migas di Indonesia maupun luar negeri dan terus meningkatkan investasi eksplorasi untuk menjaga produksi jangka panjang.

4. Kontraktor Pertambangan

Melalui PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Grup Bakrie menyediakan jasa penambangan terpadu. Layanan perusahaan meliputi,

  • Overburden removal
  • Coal getting
  • Mine hauling
  • Infrastruktur tambang
  • Manajemen operasional tambang

DEWA menjadi salah satu kontraktor tambang terbesar yang mendukung aktivitas pertambangan nasional.

5. Infrastruktur dan Manufaktur

Sektor ini berada di bawah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Sebagai perusahaan tertua dalam grup, BNBR memiliki berbagai lini usaha manufaktur dan rekayasa industri, antara lain:

  • Produksi pipa baja
  • Struktur baja
  • Komponen otomotif
  • Material bangunan
  • Produk konstruksi
  • EPC (Engineering, Procurement and Construction)
  • Infrastruktur energi

Melalui berbagai anak usaha, BNBR juga memproduksi berbagai komponen industri yang digunakan pada proyek energi, transportasi, hingga pembangunan nasional.

6. Kendaraan Listrik

Bakrie Group menjadi salah satu konglomerasi nasional yang serius mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Bisnis ini dijalankan melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Fokus usahanya meliputi pembuatan berbagai produk kendaraan listrik diantaranya,

  • Bus listrik
  • Truk listrik
  • Kendaraan komersial listrik
  • Perakitan kendaraan listrik
  • Pengembangan ekosistem EV

VKTR juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan global untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional.

7. Properti

Grup Bakrie memiliki bisnis properti melalui PT Bakrieland Development Tbk (ELTY). Perusahaan mengembangkan berbagai proyek seperti:

  • Apartemen
  • Perumahan
  • Hotel
  • Kawasan terpadu
  • Mixed-use development
  • Kawasan komersial

Beberapa proyek yang cukup dikenal antara lain:

  • Rasuna Epicentrum
  • Bogor Nirwana Residence
  • The Jungle Waterpark

8. Media

Di sektor media, Grup Bakrie pernah menjadi salah satu pemain terbesar melalui PT Visi Media Asia Tbk (VIVA). Portofolio medianya mencakup,

  • ANTV
  • tvOne
  • VIVA.co.id

Bisnis media menjadi salah satu pilar yang memperkuat diversifikasi grup di luar sektor sumber daya alam.

9. Perkebunan

Bakrie Group juga memiliki bisnis agribisnis melalui PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP). Lini usahanya meliputi,

  • Perkebunan kelapa sawit
  • Karet
  • Pengolahan hasil perkebunan

Walaupun kontribusinya kini lebih kecil dibanding sektor energi, agribisnis tetap menjadi bagian dari portofolio usaha grup.

Baca juga : Agung Podomoro Gelar Talent Expo 2026, Rekrut 250 Talenta Baru di 22 Unit Bisnis

10. Telekomunikasi

Bakrie Group pernah menjadi pemain besar industri telekomunikasi melalui Bakrie Telecom. Perusahaan dikenal melalui layanan,

  • Esia
  • Wifone

Namun bisnis tersebut mengalami penurunan setelah industri telekomunikasi beralih dari teknologi CDMA menuju GSM dan 4G.

Hingga saat ini, sejumlah perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan Grup Bakrie telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, diantaranya,

  • BNBR – PT Bakrie & Brothers Tbk (Infrastruktur dan manufaktur)
  • BUMI – PT Bumi Resources Tbk (Batu bara)
  • BRMS – PT Bumi Resources Minerals Tbk (Pertambangan mineral)
  • ENRG – PT Energi Mega Persada Tbk (Minyak dan gas)
  • DEWA – PT Darma Henwa Tbk (Jasa pertambangan)
  • VKTR – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (Kendaraan listrik)
  • ELTY – PT Bakrieland Development Tbk (Properti)
  • VIVA – PT Visi Media Asia Tbk (Media)
  • UNSP – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (Perkebunan)