Tren Ekbis

Pohon Bisnis Agung Sedayu Group: Dari Harco hingga PIK 2

  • Tak hanya membangun perumahan, Agung Sedayu Group juga mengelola hotel, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan kawasan industri di berbagai wilayah.
IMG_6385.jpeg
PIK2 (Dok/Ist)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Selama lebih dari lima dekade, Agung Sedayu Group (ASG) menjelma menjadi salah satu pengembang properti swasta terbesar di Indonesia. 

Berawal dari kontraktor rumah toko berskala kecil pada 1971, perusahaan kini memiliki portofolio yang mencakup kota mandiri (township), apartemen, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, kawasan industri, hotel, hingga pengelolaan aset properti.

Grup yang didirikan oleh pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan tersebut dikenal luas melalui sejumlah proyek ikonik seperti Harco Mangga Dua, Mall of Indonesia, District 8 SCBD, PIK Avenue, The Langham Jakarta, hingga pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK 2, yang menjadi salah satu megaproyek properti terbesar di Indonesia.

Agung Sedayu Group didirikan pada 1971 di Jakarta. Pada fase awal, perusahaan bergerak sebagai kontraktor pembangunan rumah pertokoan (ruko). Dalam satu dekade pertama, pertumbuhan bisnis perusahaan berlangsung secara bertahap melalui reputasi yang dibangun dari kualitas pekerjaan dan promosi dari mulut ke mulut.

Dilansir laman resmi korporasi, Senin, 6 Juli 2026, Momentum transformasi terjadi pada 1991 ketika Agung Sedayu berhasil mengembangkan Harco Mangga Dua, yang dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik modern pertama yang terintegrasi di Indonesia. 

Proyek tersebut menjadi titik balik yang mengangkat nama Agung Sedayu sebagai salah satu pemain utama industri properti nasional.

Setelah sukses membangun Harco Mangga Dua, perusahaan mulai mengembangkan berbagai kawasan hunian dan komersial berskala besar, termasuk Taman Palem seluas sekitar 200 hektare di Jakarta Barat dan sejumlah apartemen bertingkat tinggi.

Baca juga : Pohon Bisnis Sinar Mas: Semai Ratusan Perusahaan Sejak 1960-an

Ketika krisis moneter Asia melanda pada 1997–1998, banyak pengembang menghadapi tekanan finansial. Namun, Agung Sedayu menyatakan mampu mempertahankan aktivitas bisnis melalui kombinasi pembiayaan internal, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko yang konservatif. Kondisi tersebut memungkinkan perusahaan tetap melanjutkan ekspansi setelah krisis mereda.

Pada dekade berikutnya, perusahaan memperluas bisnis ke berbagai segmen properti, mulai dari township, superblok, kawasan mixed-use, hotel berbintang, hingga kawasan industri dan logistik.
Model Bisnis Terintegrasi

Berbeda dengan banyak pengembang yang hanya fokus membangun perumahan, Agung Sedayu menerapkan konsep integrated property developer atau pengembang properti terintegrasi.

Artinya, perusahaan tidak hanya membangun kawasan hunian, tetapi juga menghadirkan pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, fasilitas pendidikan, ruang komersial, kawasan industri, hingga pengelolaan properti dalam satu ekosistem.

Model bisnis tersebut memberikan pendapatan yang lebih terdiversifikasi karena perusahaan memperoleh pemasukan dari penjualan properti, penyewaan ruang usaha, pengelolaan mal, hotel, apartemen servis, kawasan industri, hingga manajemen aset.

Lini Bisnis Agung Sedayu Group

1. Township dan Kota Mandiri

Segmen township menjadi salah satu bisnis terbesar perusahaan, portofolionya meliputi,

  • PIK 2
  • Golf Island
  • Golf Lake Residence
  • Sedayu City Kelapa Gading
  • Grand Galaxy City
  • Grand Cibubur Country
  • Green Lake City
  • Green Mansion
  • Green Puri
  • Green Royal
  • Green Village
  • Taman Palem
  • River Valley Residence
  • River Walk Island
  • Residence 1 @ Serpong Boulevard
  • Senayan Golf Residence
  • Golf Residence Kemayoran
  • BGM PIK

Seluruh proyek tersebut tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Depok, hingga Cibubur.

2. High Rise Building

Di sektor gedung bertingkat, Agung Sedayu memiliki berbagai proyek apartemen premium, superblok, dan office tower, di antaranya,

  • District 8
  • Residence 8
  • Office 8
  • Gold Coast Apartment & Office
  • Menara Jakarta
  • Kelapa Gading Square
  • Menteng Park Residence
  • Green Sedayu Apartment
  • Fatmawati City Center
  • Senayan Residence
  • Puri Mansion Apartment
  • Taman Anggrek Residences
  • The Mansion Kemang
  • The Mansion Dukuh Golf Kemayoran
  • The Boulevard
  • The City Resort Residence
  • Ancol Mansion

Baca juga : Siapa Penguasa Bisnis Beras di Indonesia?

3. Hotel dan Hospitality

Agung Sedayu juga mengembangkan bisnis perhotelan melalui kerja sama dengan operator internasional maupun pengelolaan sendiri,  portofolionya meliputi,

  • The Langham Jakarta
  • Swissôtel Jakarta PIK Avenue
  • Hilton Garden Inn
  • Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk
  • Oakwood Apartments PIK Jakarta
  • Harris Puri
  • Harris Vertu
  • Yello Hotel
  • The Botanica Sanctuary
  • The 101
  • Pesona Alam Resort & Spa

Selain sebagai pengembang, perusahaan juga mengelola sejumlah aset hospitality melalui unit bisnis All Sedayu dan Amantara.

4. Mall dan Retail

Agung Sedayu merupakan salah satu operator pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Beberapa mal yang berada dalam portofolionya meliputi,

  • ASHTA District 8
  • Mall of Indonesia (MOI)
  • PIK Avenue
  • Green Sedayu Mall
  • Grand Galaxy Park
  • Harmoni Exchange
  • Darmawangsa Square

Melalui anak usaha ASRI (Agung Sedayu Realestat Indonesia), grup mengelola aset komersial, pusat belanja, hotel, apartemen, dan gedung perkantoran sebagai bisnis properti yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).

5. Kawasan Industri dan Komersial

Di segmen industri dan logistik, perusahaan mengembangkan beberapa kawasan, diantaranya,

  • Green Sedayu Bizpark Cakung
  • Green Sedayu Bizpark Daan Mogot
  • Sedayu Square

Kawasan tersebut menyasar pelaku industri ringan, logistik, pergudangan, serta usaha kecil dan menengah.

Unit Bisnis dan Entitas Operasional

Sebagai grup usaha privat, Agung Sedayu tidak mempublikasikan struktur seluruh anak perusahaan. Namun, sejumlah entitas dan unit bisnis yang diketahui berada dalam ekosistem grup antara lain:

  • ASRI (Agung Sedayu Realestat Indonesia), yang mengelola aset retail, hotel, apartemen, dan gedung perkantoran.
  • All Sedayu, unit pengelolaan hotel dan hospitality.
  • Amantara, pengelola properti dan aset komersial.
  • PIK 2, kawasan township hasil pengembangan bersama mitra strategis.
  • Green Sedayu Bizpark, pengembang kawasan industri.
  • District 8, pengembang kawasan mixed-use premium di SCBD.
  • Golf Island dan Golf Lake Residence, kawasan hunian premium.
  • Mall of Indonesia, PIK Avenue, ASHTA District 8, dan Grand Galaxy Park, sebagai portofolio pusat perbelanjaan.

Dalam sejumlah proyek berskala besar, Agung Sedayu menjalin kerja sama dengan berbagai mitra nasional maupun internasional. Di sektor properti, perusahaan berkolaborasi dengan sejumlah investor dan pengembang dalam pengembangan kawasan PIK dan PIK 2.

Sementara di sektor hospitality, Agung Sedayu menggandeng jaringan hotel global seperti The Langham Hotels & Resorts, Hilton, Accor (Mercure), Swissôtel, dan Oakwood untuk mengelola hotel serta serviced apartment dalam portofolionya.

Kinerja Perusahaan

Sebagai perusahaan tertutup (private company), Agung Sedayu Group tidak memiliki kewajiban mempublikasikan laporan keuangan konsolidasi sebagaimana emiten di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, data mengenai pendapatan, laba bersih, aset, maupun utang grup tidak tersedia untuk publik.

Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan besarnya skala operasi perusahaan. Berdasarkan profil resmi perusahaan, Agung Sedayu telah beroperasi sejak 1971 dan mengembangkan puluhan proyek properti yang mencakup township, superblok, apartemen, hotel, mal, gedung perkantoran, serta kawasan industri di Jakarta dan wilayah penyangganya. 

Di sisi sumber daya manusia, profil perusahaan di LinkedIn mencatat Agung Sedayu memiliki lebih dari 3.200 karyawan.

Portofolio perusahaan juga telah memperoleh berbagai penghargaan industri properti, termasuk BCI Asia Top 10 Developers Award, Best Commercial Developer, serta sejumlah penghargaan untuk proyek seperti PIK 2, The Botanica Sanctuary, dan Tokyo Riverside Apartment.

Dengan portofolio yang tersebar di berbagai segmen properti dan pengembangan kawasan berskala besar, Agung Sedayu Group kini dipandang sebagai salah satu pengembang swasta terbesar di Indonesia. 

Perusahaan bersaing dengan grup-grup besar lain di sektor properti melalui strategi pengembangan kawasan terpadu (mixed-use development), diversifikasi sumber pendapatan, serta fokus pada proyek yang menghasilkan pendapatan berulang dari pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan pengelolaan aset.