Pesawat NASA Sukses Ubah Orbit Asteroid
- Sebuah wahana ruang angkasa yang menabrak asteroid dua minggu lalu telah mengalihkan orbit batu ruang angkasa di sekitar pasangannya yang lebih besar dengan menakjubkan yakni 32 menit.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA-Sebuah wahana ruang angkasa yang menabrak asteroid dua minggu lalu telah mengalihkan orbit batu ruang angkasa di sekitar pasangannya yang lebih besar dengan menakjubkan yakni 32 menit. Jauh lebih baik dari yang diperkirakan oleh para insinyur NASA.
Pada 26 September, wahana ruang angkasa Double Asteroid Redirection Test (DART) hancur dan menciptakan gumpalan debu besar saat bertabrakan dengan asteroid Dimorphos, yang berjarak 11 juta kilometer dari Bumi.
DART menabrak Dimorphos dengan kecepatan sekitar 23.400 km/jam. Tujuan awal tabarakan adalah untuk mengubah orbit Dimorphos di sekitar asteroid yang lebih besar yakni Didymos selebar 390 meter setidaknya 73 detik. Tetapi pesawat ruang angkasa itu benar-benar mengubah orbit Dimorphos dengan 32 menit.
- Keren! Gunakan PLTS, Pesantren Bisa Tekan Pengeluaran hingga 40 Persen
- Harga Emas Antam Naik Tipis, Dibanderol Rp945.000 per Gram
- United Tractors (UNTR) Perpanjang Periode Buyback Saham Sampai 11 Januari 2023
Ini berarti DART mendorong Dimorphos lebih dekat ke Didymos dan memperpendek jalur orbit asteroid yang lebih kecil. Keberhasilan menghancurkan meningkatkan kemungkinan bahwa metode seperti ini suatu hari nanti dapat digunakan untuk mendorong asteroid berbahaya dari jalur tabrakan dengan Bumi.
DART sendiri memiliki berat 550 kilogram dan seharga US$314 juta. Probe berbentuk kubus yang terdiri dari sensor, antena, pendorong ion, dan dua panel surya sepanjang 8,5 m.
"Ini adalah momen penting untuk pertahanan planet dan momen penting bagi kemanusiaan," kata Pejabat NASA Bill Nelson dalam konferensi pers Selasa 11 Oktober 2022. "Kami menunjukkan kepada dunia bahwa NASA serius sebagai pembela planet ini."
