Fintech

Pasar Kripto Diterpa Tren Bearish, Bagaimana dengan Token Metaverse?

  • Metaverse memiliki prospek yang cukup menjanjikan mengingat dewasa ini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya di dunia virtual.
Dunia Virtual Metaverse
Ilustrasi dunia virtual metaverse (artlabs.ai)

JAKARTA - Di tengah kondisi pasar kripto yang diterpa tren bearish, token metaverse tampaknya masih cukup diminati oleh investor.

Mengintip laporan Kraken Intelligence, token-token metaverse justru tumbuh cukup pesat, sekitar 400% dibanding tahun lalu. Padahal kinerja pasar kripto terpantau negatif sejak awal tahun 2022. 

Trader Tokocrypto Nathan Alexander Agus mengatakan, pertumbuhan token metaverse yang cukup pesat bukanlah hal yang mengejutkan.

Menurutnya, token metaverse sudah mengalami kenaikan yang signifikan sejak akhir tahun 2021 setelah menjadi tren di masyarakat. Kesadaran akan keberadaan metaverse pun semakin meluas di berbagai kalangan masyarakat karena sudah banyaknya perusahaan yang mulai mengembangkan realitas virtualnya masing-masing.

“Pertumbuhan NFT (non-fungible token) dan kejayaan proyek play-to-earn memang mendorong transaksi token kripto yang masuk dalam kategori metaverse. Potensinya masih cukup besar, meski market sedang bearish dan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan,” ungkap Nathan melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Juni 2022.

Nathan pun menambahkan, metaverse memiliki prospek yang cukup menjanjikan mengingat dewasa ini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya di dunia virtual. Walau demikian, pertumbuhan harga token metaverse dinilai Nathan masih sebatas hype yang belum tentu bisa bertahan dalam jangka panjang.

"Pasalnya, secara adopsi teknologi, masih tidak begitu tinggi walaupun tingkat transaksi yang cukup besar telah terjadi,” tutur Nathan.

Dalam laporan Kraken, disebutkan beberapa token kripto yang mengalami lonjakan tertinggi dalam setahun terakhir, di antaranya Axie Infinity (AXS) 511%, Sandbox (SAND) 470%, dan Decentraland (MANA) 41%.

Meski token metaverse mencatat pertumbuhan yang positif dalam setahun terakhir, Nathan tetap mengingatkan para investor agar berhati-hati.

Sebelum mulai berinvestasi di token metaverse, sebaiknya investor menunggu realisasi proyek dan konsep tokenomics yang jelas. 

Sebagai informasi, tokenomics adalah segala hal yang berhubungan dengan fundamental dari proyek kripto, misalnya besaran penerbitan unitnya (pasokan maksimal), distribusi, tingkat dan potensi penggunaan di banyak bidang, transaksi, harga dan nilai pasar (valuasi), hingga adopsinya di masa depan. 

Kenaikan token kripto metaverse tampak seperti penyelamat di tengah tren bearish  yang mendorong harga-harga aset untuk menurun secara drastis.

Berdasarkan pantauan Coin Market Cap, Selasa, 14 Juni 2022 pukul 15.30 WIB, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar mengalami penurunan 7,6% dalam 24 jam terakhir ke harga US$22.835 atau setara dengan Rp336,3 juta dalam asumsi kurs Rp14.729 perdolar Amerika Serikat (AS).