Korporasi

Menimbang Kinerja dan Prospek GOTO Jelang Rilis Kinerja Kuartal I-2025

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan merilis laporan keuangan kuartal I-2025 pada 29 April. Momentum kinerja positif dan isu akuisisi oleh Grab menjadi sorotan utama prospek emiten teknologi tahun ini.
Peluncuran GoDineIn - Panji 5.jpg
Tampilan inovasi terbaru Gojek, yaitu GoDineIn, layanan berupa voucher untuk makan di resto pilihan dengan diskon hingga 25%. Voucher ini tersedia secara eksklusif hanya di layanan GoDineIn pada aplikasi Gojek dan kini telah hadir sejumlah restoran ternama di Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal I-2025 pada 29 April 2025. Menjelang rilis tersebut, perusahaan mencatatkan pencapaian kuartalan terkuat pada kuartal IV-2024, memberikan sinyal positif untuk kinerja tahun ini.

Asal tahu saja, pada kuartal IV-2024, GOTO berhasil mencetak EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp399 miliar. Capaian ini menandai keberhasilan GOTO meraih EBITDA positif setahun lebih cepat dari panduan awal. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan jumlah pengguna sebesar 35% secara tahunan dan kenaikan frekuensi transaksi sebesar 18%.

Segmen fintech menjadi pendorong utama pertumbuhan GOTO. Aplikasi GoPay menunjukkan momentum kuat, dengan penyaluran pinjaman melonjak 172% year-on-year. Lebih dari 70% pinjaman tersebut disalurkan melalui PT Bank Jago Tbk (ARTO), memperkuat sinergi strategis di sektor layanan keuangan.

Di sisi lain, segmen layanan on-demand seperti GoRide dan GoFood juga membukukan kinerja solid. GOTO mencatatkan EBITDA sebesar Rp267 miliar dari segmen ini, didorong oleh peningkatan pendapatan iklan sebesar 92% dan promosi merchant yang melonjak 190% secara tahunan.

Isu Akuisisi oleh Grab

Sementara itu, kabar mengenai rencana akuisisi GOTO oleh Grab Holdings Ltd. turut menarik perhatian pasar. Grab dikabarkan tengah dalam tahap pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi GOTO dengan valuasi lebih dari US$7 miliar, atau sekitar lebih dari Rp100 per saham.

Laurencia bilang valuasi tersebut mencerminkan premium 25% dari harga pasar. Pada tingkat itu, saham GOTO diperdagangkan di kisaran EV/penjualan 6,1 kali dan EV/EBITDA 68,3 kali untuk tahun 2025, jauh melampaui rata-rata industri.

Jika akuisisi terwujud, entitas gabungan GOTO dan Grab diperkirakan akan menguasai 60–70% pangsa pasar layanan on-demand services di Asia Tenggara. Meski demikian, proses tersebut diperkirakan akan menghadapi tantangan regulasi dari otoritas persaingan usaha di kawasan.

Prospek Pertumbuhan 2025–2027

Selain potensi akuisisi, prospek pertumbuhan GOTO juga tetap kuat. KB Valbury Sekuritas memulai kembali cakupan risetnya atas saham GOTO dengan rekomendasi beli dan target harga sebesar Rp110, menawarkan potensi kenaikan sebesar 31% dari harga penutupan terakhir.

Laurencia memperkirakan bahwa segmen fintech akan menjadi mesin utama pertumbuhan gross transaction value (GTV), dengan CAGR sebesar 10–15% sepanjang 2025 hingga 2027. Meski take rate fintech baru 1%, peluang ekspansi masih sangat besar dibandingkan on-demand services yang mencapai 18%.

Pendapatan GOTO diperkirakan akan tumbuh 9–14% pada periode 2025–2027. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh disiplin dalam pengelolaan biaya dan peningkatan monetisasi iklan, seiring dengan upaya optimalisasi kinerja seluruh unit bisnis.

Dalam valuasinya, KB Valbury menggunakan pendekatan sum of the parts (SOTP), menerapkan EV/penjualan 3,5 kali untuk segmen on-demand services dan 6,4 kali untuk segmen GoPay. Valuasi ini disesuaikan dengan diskon pasar sebesar 30% untuk mencerminkan risiko yang ada.

Menantikan Laporan Kuartal I-2025

Manajemen GOTO dijadwalkan menggelar conference call untuk memaparkan kinerja kuartal I-2025 pada 29 April 2025 pukul 19.00 WIB. Paparan ini akan dilakukan dalam bahasa Inggris, mengikuti standar pelaporan keuangan yang berlaku di Indonesia.

Dari lantai bursa, saham GOTO pada perdagangan Senin, 28 April 2025, terpantau mengalami pelemahan 1,19% ke level Rp83 per saham. Namun, secara year to date saham ini masih kokoh berada di zona hijau dengan penguatan 15,49%.

Sebelumnya, saham GOTO ditutup menguat 5% ke posisi Rp84 per saham pada perdagangan Jumat, 25 April 2025. Investor asing tercatat melakukan akumulasi beli (net buy) sebesar Rp52,4 miliar, memperlihatkan kepercayaan terhadap prospek fundamental GOTO ke depan.