Tren Global

Mengungkap Modal untuk Bangun Perusahaan AI: Dari Meta hingga OpenAI

  • Sejumlah perusahaan teknologi besar mencatatkan angka investasi fantastis untuk pengembangan AI. OpenAI, misalnya, telah mengumpulkan dana sekitar US$63,92 miliar berkat dukungan dari Microsoft.
Microsoft Indonesia
Kecerdasan buatan (Microsoft Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Persaingan global di bidang kecerdasan buatan (AI) semakin ketat. Berbagai perusahaan raksasa menggelontorkan modal jumbo untuk mengembangkan model, chip, hingga infrastruktur pusat data. Pertanyaannya, berapa modal yang dibutuhkan untuk membangun sebuah perusahaan AI?

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, sejumlah perusahaan teknologi besar mencatatkan angka investasi fantastis. OpenAI, misalnya, telah mengumpulkan dana sekitar US$63,92 miliar berkat dukungan dari Microsoft. Perusahaan ini menghabiskan biaya lebih dari US$100 juta hanya untuk melatih satu model seperti GPT-4.

Anthropic, rival terdekat OpenAI yang dikenal dengan model Claude, mengamankan US$17 miliar dari investor besar seperti Amazon dan Google. Sementara itu, xAI milik Elon Musk berhasil mengumpulkan sekitar US$12,13 miliar untuk mengintegrasikan AI ke dalam platform X (sebelumnya Twitter).

Di sisi lain, raksasa infrastruktur digital seperti Meta, Microsoft, dan Google justru fokus pada pembangunan pusat data. Meta mengalokasikan belanja modal sekitar US$66–72 miliar pada tahun 2025 untuk menopang riset AI. Microsoft menyiapkan investasi US$80 miliar, sedangkan Google memproyeksikan belanja modal hingga US$85 miliar.

Baca juga : Profil Dony Oskaria: Dipercaya Jokowi, Diandalkan Prabowo

Efisiensi ala DeepSeek China

Menariknya, perusahaan AI asal China, DeepSeek, justru berhasil mencuri perhatian dengan efisiensi biaya. Pelatihan model terbarunya, DeepSeek-R1, hanya menghabiskan US$294.000 (sekitar Rp4,8 miliar). 

Angka ini sangat kecil dibandingkan pengeluaran OpenAI yang menembus ratusan juta dolar. DeepSeek menggunakan 512 chip Nvidia H800 dan strategi distilasi model untuk menekan biaya.

Perbandingan ini menunjukkan jurang besar antara pendekatan Barat dan Tiongkok. Jika perusahaan AS mengandalkan modal miliaran dolar, China justru menekankan efisiensi teknologi dan optimalisasi perangkat keras.

Baca juga : Menguat Tipis, LQ45 Hari Ini 19 September 2025 Ditutup di 809,99

Peran Kunci Chip AI

Selain pengembang model, perusahaan pemasok chip seperti Nvidia juga menjadi pemain kunci. Nvidia berinvestasi lebih dari US$1,3 miliar ke berbagai startup AI sekaligus mendominasi pasar chip dengan produk andalannya, H100, A100, dan H800. Sementara itu, Amazon melalui AWS menggelontorkan US$4 miliar ke Anthropic untuk memperkuat layanan cloud berbasis AI.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa membangun perusahaan AI tidaklah murah. Modal awal bisa bervariasi, mulai dari ratusan ribu dolar untuk startup efisien seperti DeepSeek, hingga puluhan miliar dolar bagi raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Microsoft yang berfokus pada infrastruktur skala global.

Dengan tren investasi yang terus meningkat, biaya untuk melatih model AI generasi berikutnya bahkan diperkirakan bisa mencapai US$10–100 miliar dalam beberapa tahun mendatang. Hal ini menandakan kecerdasan buatan bukan hanya medan inovasi teknologi, tetapi juga arena pertarungan modal raksasa.

Perbandingan Modal AI

PerusahaanModalBiaya PengembanganStrategi Utama
OpenAIUS$63,92 miliar>US$100 juta per modelKemitraan dengan Microsoft
DeepSeekTidak diungkapUS$294.000 (DeepSeek-R1)Efisiensi dengan distilasi model
AnthropicUS$17 miliar~US$100 jutaKemitraan dengan Amazon dan Google
xAIUS$12,13 miliarTidak diungkapIntegrasi dengan platform X
MetaUS$66-72 miliarRp 1.152 triliun (2025)Infrastruktur pusat data AI
MicrosoftUS$80 miliar>US$50 miliarPengembangan cloud Azure AI
GoogleUS$85 miliarTidak diungkapAI Gemini dan mobil otonom
NvidiaInvestasi signifikanFokus pada chip AIPemasok chip dominan
AmazonUS$4 miliarTidak diungkapIntegrasi AI dengan AWS
Perplexity AIUS$900 jutaTidak diungkapMesin pencari AI