Menguat Signifikan, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 10 Agustus 2026?
- Rupiah menguat 87 poin ke Rp17.810 per dolar AS. Simak pengaruh cadangan devisa, ekonomi RI, dan prospek rupiah pekan ini.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat 87 poin atau 0,49% ke level Rp17.810 per dolar AS.
Penguatan tersebut melanjutkan tren positif rupiah setelah pada penutupan perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, mata uang Garuda naik 26 poin atau 0,15% ke level Rp17.897 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.923 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan penguatan rupiah salah satunya didukung oleh rilis data cadangan devisa Indonesia pada Juli 2026 yang relatif stabil di tengah ketidakpastian global.
"Rupiah dibuka melemah, sejalan dengan data ketenagakerjaan AS yang masih memperlihatkan resiliensi pada malam sebelumnya. Rupiah kemudian berbalik arah setelah rilis data cadangan devisa Indonesia di bulan Juli 2026, yang cenderung stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya, di tengah turbulensi ketidakpastian global di bulan Juli 2026," ujar Josua, dikutip dari Antara.
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Juli 2026 mencapai US$145,3 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar. Artinya, cadangan devisa hanya berkurang US$300 juta dalam sebulan.
Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Stabilnya cadangan devisa menjadi sinyal penting bagi pasar karena menunjukkan ruang yang masih cukup bagi Indonesia untuk menghadapi tekanan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar. Kondisi ini sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan valuta asing.
Selain cadangan devisa, rupiah sepanjang pekan lalu mendapat dukungan dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II-2026.
Kombinasi faktor tersebut membuat rupiah mencatat penguatan sekitar 0,61% secara mingguan.
Apa yang Berubah Hari Ini?
Penguatan rupiah kali ini bukan hanya mencerminkan pelemahan dolar AS, tetapi juga menunjukkan pasar mulai melihat kondisi eksternal dan fundamental domestik secara lebih seimbang.
Cadangan devisa yang relatif stabil memberikan bantalan ketika volatilitas pasar global meningkat, sementara pertumbuhan ekonomi yang solid menjadi sinyal positif bagi investor.
Namun, penguatan hampir 0,5% pada pembukaan perdagangan juga perlu dilihat sebagai pergerakan jangka pendek. Investor masih akan mencermati data ekonomi AS, terutama kondisi pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve.
Apa Artinya Bagi Masyarakat?
Rupiah yang menguat ke bawah level Rp18.000 per dolar AS berpotensi membantu menahan biaya barang dan bahan baku impor. Produk elektronik, komponen otomotif, hingga kebutuhan industri yang menggunakan bahan baku dari luar negeri dapat memperoleh manfaat jika penguatan rupiah bertahan.
Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan dalam dolar AS, seperti perjalanan ke luar negeri, biaya pendidikan internasional, atau pembayaran kewajiban dalam valuta asing, penguatan rupiah juga dapat mengurangi biaya dalam rupiah.
Meski demikian, dampaknya terhadap harga barang di dalam negeri biasanya tidak langsung terasa. Pelaku usaha juga mempertimbangkan kontrak impor, biaya logistik, hingga strategi harga sebelum meneruskan perubahan kurs kepada konsumen.
Yang Perlu Dipantau Investor
Josua Pardede memperkirakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan secara terbatas pada awal pekan. Pasar akan mencermati data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran AS Juli 2026, serta pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026.
Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.825-Rp17.925 per dolar AS sepanjang pekan ini. Rentang tersebut menjadi area penting untuk melihat apakah penguatan rupiah memiliki ruang untuk berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan dari dolar AS.

Chrisna Chanis Cara
Editor
