Mengapa Rupiah Tetap Melemah Meski Suku Bunga BI Naik? Berikut Penjelasan Analis
- Pada perdagangan Kamis, 20 Oktober 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah 74 poin di posisi Rp15.571 perdolar Amerika Serikat (AS).

Idham Nur Indrajaya
Author


Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah tetap melemah walaupun Bank Indonesia (BI) sudah mengumumkan kenaikan suku bunga pada Kamis, 20 Oktober 2022.
Pada perdagangan Kamis, 20 Oktober 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah 74 poin di posisi Rp15.571 per dolar Amerika Serikat (AS).
Saat perdagangan dibuka kembali pada Jumat, 21 Oktober 2022, nilai kurs rupiah dibuka melemah lagi, tepatnya sebesar 10 poin di level Rp15.581 perdolar AS.
- Grup Salim Jual 5 Persen Saham Induk Indomaret Rp2,62 Triliun
- Produk Mie Sedaap Masih Ditarik, Pengusaha: Pengetatatan Pengamanan Pangan Wajib Diwaspadai
- Bagaimana Caranya Cek Skor Kredit BI Checking Secara Online? Simak di Sini!
Sementara itu, pada pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG), BI mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 4,75%.
Nilai kurs rupiah tetap melemah walaupun suku bunga sudah dinaikkan. Padahal, kenaikan suku bunga yang diinisiasi untuk menekan inflasi sebelumnya diprediksi sebagai suatu langkah yang dapat menahan pelemahan rupiah.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan terhadap rupiah yang tetap terjadi merupakan suatu hal yang wajar mengingat saat ini perekonomian global tengah diguncang oleh beberapa faktor seperti konflik Rusia-Ukraina, perang dagang AS-China, dan sebagainya.
Ibrahim pun mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar akibat penguatan dolar AS tidak hanya terjadi pada rupiah melainkan juga pada mata uang negara-negara lain sehingga pemerintah dan BI tidak perlu panik.
- Bank Bisnis (BBSI) Gelar Rights Issue, Incar Dana Segar Rp911,33 Miliar
- Meski Gagal Produksi, Mirage III V Tetap Jadi Jet Tempur VTOL Tercepat di Dunia
- 10 Mata Uang Paling Lemah di Dunia pada 2022, Indonesia Nomor 3
Selain itu, Ibrahim pun mengungkapkan bahwa melemahnya nilai kurs rupiah tetap terjadi karena kenaikan suku bunga BI yang kurang direspon oleh para pelaku pasar.
"Itu bisa terlihat dari pelemahan mata uang rupiah," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Jumat, 21 Oktober 2022.
Menurut Ibrahim, sebenarnya pelemahan mata uang rupiah saat ini relatif terbatas karena kenaikan suku bunga BI. Nilai tukar yang tercatut saat ini pun merupakan angka yang undervalued atau berada pada kondisi di bawah harga normal.
Pelaku pasar tampaknya masih dipengaruhi oleh sentimen dolar AS yang terus menguat sehingga mata uang negeri Paman Sam itu pun tetap menjadi pilihan utama sebagai aset safe-haven.
Menurut Ibrahim, nilai kurs rupiah pun masih berpotensi melemah untuk perdagangan hari ini dan berpotensi untuk bergerak di kisaran Rp15.550 - Rp15.600 perdolar AS.

Ananda Astri Dianka
Editor
