Likuiditas BI Mengalir Deras, Saham Bank BUMN Melesat
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,47% atau 96,11 poin dan menutup sesi perdagangan di level 6.634,37. Momentum ini turut didukung oleh kombinasi kebijakan moneter yang akomodatif dan suntikan likuiditas yang melimpah dari Bank Indonesia (BI).

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA - Bursa saham Indonesia menunjukkan performa solid pada Rabu, 23 April 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,47% atau 96,11 poin dan menutup sesi perdagangan di level 6.634,37. Momentum ini turut didukung oleh kombinasi kebijakan moneter yang akomodatif dan suntikan likuiditas yang melimpah dari Bank Indonesia (BI).
Sepanjang hari, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.642,91 setelah dibuka pada 6.589,32. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa 412 saham mengalami penguatan, sementara 193 terkoreksi dan 201 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp11.541 triliun.
Saham-saham perbankan milik negara mencatatkan penguatan signifikan dan menjadi tulang punggung penguatan indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 3,81% ke Rp4.900 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 3,58% ke Rp4.350, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 3,49% ke Rp4.150. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga turut menguat 3,14% ke Rp2.630.
- Kasus Hukum Terpa Sritex Usai PHK Massal: Dugaan Korupsi Kredit Bernilai Triliunan
- Trump Dikabarkan Akan Pecat Ketua The Fed, Bisa Jadi Katalis Positif untuk Bitcoin?
- Saham Tambang Loyo, LQ45 Hari Ini Masih Ditutup Menguat ke 744,78
Penguatan saham bank pelat merah terjadi di tengah kebijakan Bank Indonesia yang memperluas penyaluran insentif likuiditas melalui skema Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga pertengahan April 2025, total dana KLM yang disalurkan mencapai Rp370,6 triliun, naik Rp78,3 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kelompok bank BUMN menerima alokasi terbesar, yakni Rp161,7 triliun.
Insentif ini memungkinkan bank-bank besar memperkuat ekspansi kredit ke sektor-sektor strategis, seperti perumahan, pertanian, manufaktur, serta UMKM dan ultramikro, tanpa tekanan likuiditas berlebih. Ini menjadi sinyal positif bagi investor terhadap prospek kinerja perbankan nasional.
Sementara itu, Bank Indonesia juga memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar 22–23 April 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa langkah ini konsisten untuk menjaga inflasi dalam kisaran 2,5±1%, mempertahankan stabilitas nilai tukar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Di tengah tekanan eksternal yang ditandai oleh arus modal keluar sebesar US$1,99 miliar dalam 30 hari terakhir dan depresiasi rupiah sebesar 2,59%, kombinasi kebijakan ini dinilai menjadi bantalan kuat bagi pasar.
Analis Phintraco Sekuritas mencatat bahwa IHSG juga mendapat dukungan teknikal dari sinyal positif pada indikator MACD dan Stochastic RSI yang menunjukkan area jenuh beli. Pergerakan indeks diperkirakan akan berkonsolidasi di rentang 6.475–6.525 dalam jangka pendek.

Amirudin Zuhri
Editor
