Tren Ekbis

Konsolidasi Manajemen Investasi Himbara Berdampak Positif Jangka Panjang

  • Rencana Danantara menggabungkan empat manajer investasi milik Himbara ke Danareksa dinilai positif untuk memperkuat industri investasi nasional jangka panjang.
de5a14b0-38d9-4969-b719-b1af28e4cd17.jpg
Ilustrasi Danantara. (UMS)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Analis menilai rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan konsolidasi empat perusahaan manajemen investasi (MI) milik bank negara (Himbara) akan berdampak positif dalam jangka panjang. Keempat perusahaan MI tersebut nantinya akan tergabung menjadi Danareksa.  

Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai rencana tersebut menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat industri pengelolaan aset nasional di tengah dinamika pasar global yang semakin menantang. Langkah ini juga dapat berdampak signifikan.

Dari sisi positif, konsolidasi dinilai dapat memperbesar skala bisnis, meningkatkan efisiensi biaya, serta memperkuat bargaining power terhadap pasar. Meskipun, ia juga mengingatkan adanya risiko transisi dalam jangka pendek. 

“Dalam jangka pendek ada risiko transisi seperti penurunan kinerja sementara (disruption), potensi penarikan dana (redemptions), dan penyesuaian portofolio. Jangka pendek bisa mixed, jangka panjang cenderung positif,” kata Wafi saat diwawancarai Rabu (20/05).

Dari sisi kepercayaan nasabah, ia menilai dampaknya bisa mengarah ke dua sisi tergantung kualitas komunikasi dan pelaksanaan merger. Jika komunikasi dan eksekusi berjalan baik, kepercayaan masyarakat dan investor bisa meningkat karena ada entitas yang jauh lebih besar dan kuat.

Baca juga : Apa Itu Suku Bunga BI? Bisa Ubah Nasib Rupiah, Cicilan, dan Dompet

Seperti diberitakan, pemerintah melalui Danantara Asset Management (DAM) berencana melakukan konsolidasi empat MI BUMN, yakni Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi, BNI Asset Management, dan PNM Investment Management ke dalam entitas baru di bawah Danareksa. Dana kelolaan dari hasil konsolidasi ini ditargetkan mencapai Rp185 triliun.

Menurut Wafi, rencana ini menjadi langkah strategis dan juga sejalan dengan tren global industri asset management yang mengarah pada konsolidasi guna memperbesar skala bisnis dan meningkatkan daya saing. "Ini langkah yang cukup strategis. Tujuannya memperbesar dana kelolaan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat posisi sebagai pemain institusi besar. Ini sejalan dengan tren global di industri asset management yang mengarah ke konsolidasi untuk mencapai skala ekonomi dan daya saing yang lebih kuat," jelasnya.

Sebagai informasi di ranah global, baru-baru ini sejumlah perusahaan asset management di bawah Temasek Singapura yakni Seviora Group dan Vapilion Capital juga dikonsolidasikan. Di Eropa, AXA Investment Managers bergabung dengan BNP Paribas Group. Di Indonesia, selain Danantara konsolidasi juga dilakukan Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) yang mengakuisisi Schroders Indonesia.

Wafi menilai implementasi konsolidasi Danareksa di tengah dinamika makroekonomi global, volatilitas pasar, dan meningkatnya kehati-hatian investor memang cukup menantang, namun tetap relevan. “Di tengah volatilitas global dan risiko sentimen, justru dibutuhkan institusi besar yang punya kapasitas stabilisasi pasar,” katanya.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: INCO dan ASII Naik di Tengah Tekanan

Meski demikian, Wafi mengatakan tantangan dalam proses konsolidasi tidak hanya berasal dari kondisi pasar, tetapi juga integrasi internal masing-masing manajer investasi. “Tantangannya bukan cuma market, melainkan juga integrasi internal, mulai dari perbedaan budaya kerja, sistem teknologi informasi, hingga strategi investasi masing-masing MI,” ujarnya.

Wafi menambahkan, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan agar proses merger berjalan mulus. Menurut dia, komunikasi yang jelas dan transparan kepada nasabah menjadi salah satu faktor penting. “Selain itu, Danareksa perlu menjaga kinerja portofolio selama masa transisi dan governance yang kuat agar tidak terjadi konflik kepentingan,” pungkas Wafi.