Klaim Layanan Sudah Normal, Transfer Antarbank BSI Ternyata Masih Terkendala
- Sejumlah layanan perbankan di Bank Syariah Indonesia (BSI) seperti transfer antarbank belum dapat digunakan hingga Jumat 12 Mei 2023 siang.

Chrisna Chanis Cara
Author


Karyawan memberikan salam kepada nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BRIS) Jakarta Hasanudin, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)JAKARTA—Sejumlah layanan perbankan di Bank Syariah Indonesia (BSI) seperti transfer antarbank belum dapat digunakan hingga Jumat, 12 Mei 2023 siang. Padahal sebelumnya PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengklaim seluruh layanan perbankan BSI di kantor cabang, ATM maupun mobile banking sudah normal per Kamis 11 Mei 2023.
TrenAsia sempat mencoba transfer antarbank melalui layanan mobile banking dan selalu gagal. Muncul kalimat “Permintaan tidak dapat diproses. Silakan dicoba lagi”. Transaksi melalui laman internet banking bsinet.bankbsi.co.id/cms juga gagal. Demikian halnya transfer antarbank melalui layanan keuangan Flip maupun top up GoPay.
Seorang nasabah BSI di Solo, Nitha, mengaku sudah berulangkali mencoba transfer antarbank melalui mobile banking BSI maupun Flip. Namun hingga Jumat siang, transaksi itu masih terkendala. “Padahal duit yang ada di rekening bank lain sudah menipis. Mayoritas tabungan saya taruh di BSI,” keluhnya saat ditemui TrenAsia.
- Boy Thohir Kantongi Rp951,74 Miliar dari Dividen Adaro Energy (ADRO)
- Jokowi Ungkap Perdagangan Negara IMT-GT Moncer Capai Rp9.113 Triliun di 2021
- DJP Catat 13 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT hingga 10 Mei 2023
Di sisi lain, sejumlah layanan utama seperti cek saldo maupun transfer sesama BSI sudah dapat dilakukan. Sebelumnya Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Hery Gunardi mengklaim, seluruh layanan perbankan BSI sudah kembali normal pada Kamis.
“Sudah dapat digunakan oleh para nasabah untuk melakukan transaksi dengan fitur yang lebih lengkap,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.
Pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas agar core banking dan critical channel bisa kembali pulih dengan cepat dan stabil. Menurut Hery, BSI melakukan mitigasi risiko di sistem Information Technology (IT) milik perseroan dengan melakukan maintenance atau pemeliharaan. Diketahui, gangguan layanan BSI terjadi sejak Senin 8 Mei 2023 pagi. Hal itu membuat para nasabah protes lantaran kebutuhan mendesak yang terkait keuangan menjadi terkendala.

Laila Ramdhini
Editor
