Kisah Lewotobi dan Papua Warnai Apresiasi Astra 2025
- Kisah evakuasi mandiri warga Lewotobi dan perjuangan pendidikan anak-anak Papua Selatan menjadi sorotan utama Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2025.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Sebuah foto evakuasi mandiri di tengah erupsi Lewotobi dan kisah perjuangan pendidikan anak-anak di pedalaman Papua Selatan menjadi bukti nyata ketangguhan masyarakat Indonesia tahun ini.
Narasi-narasi visual dan tekstual yang menggugah tersebut berhasil menjadi juara utama dalam ajang Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2025 yang diumumkan di Menara Astra, Jakarta, Selasa 13 Januari 2026.
Mengusung tema "Satukan Gerak, Terus Berdampak", ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung bagi ribuan kreator untuk menyuarakan optimisme bangsa, kegiatan tersebut sekaligus menjadi komitmen PT Astra International Tbk terhadap industri kreatif dan literasi di Indonesia
"Kami sangat bangga melihat animo masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah peserta tahun ini membuktikan bahwa semangat untuk menyebarkan narasi positif dan inspiratif melalui karya foto maupun tulisan semakin kuat di tengah masyarakat Indonesia," ujar kata Head of Corporate Communication Astra, Windy Riswantyo.
Dia menyampaikan hal itu dalam acara penganugerahan (awarding) Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA). Acara yang digelar pada Selasa (13/1) di Catur Darma Hall, Menara Astra, Jakarta.
Acara dibuka oleh Windy Riswantyo, Head of Corporate Communication Astra. Dalam sambutannya, Windy menyampaikan bahwa LFA dan APA tahun ini mengusung tema "Satukan Gerak, Terus Berdampak". “Tema ini merefleksikan semangat kolaborasi untuk menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat dan lingkungan.”
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang utama yang telah memberikan karya terbaiknya. Pada Lomba Foto Astra (LFA), gelar Juara 1 Kategori Wartawan diraih oleh Aditya Pradana Putra (Perum LKBN ANTARA) dengan karya berjudul "Mengungsi Secara Mandiri dari Erupsi Lewotobi". Sementara untuk Kategori Umum, gelar Juara 1 diberikan kepada Maizal dengan karya bertajuk "Menjaga Rafflesia".
Untuk Anugerah Pewarta Astra (APA), Juara 1 Kategori Wartawan diraih oleh Muchammad Resya Firmansyah (Suara Merdeka Jogja) melalui tulisan berjudul "Menjaga Asa Regenerasi di Desa Batik Wukirsari". Adapun Juara 1 Kategori Umum dimenangkan oleh Sovi Nur Wakhidah dengan karya inspiratif berjudul "Menghidupkan Pengetahuan dan Impian Anak-anak Papua Selatan".
Rangkaian acara juga diisi dengan sesi Bincang Inspiratif yang menghadirkan dua pakar di bidangnya sebagai dewan juri, yaitu Fajar Kristiono (Fotografer profesional dan Juri LFA 2025) serta Puty Puar (Penulis, Founder Buibu Baca Buku, dan Juri APA 2025).
Dalam sesi tersebut, Fajar Kristiono menyoroti bagaimana kecermatan fotografer dalam mengaplikasikan tema menjadi kunci keunikan sebuah karya. Fajar menekankan bahwa foto adalah visual yang harus mampu menarasikan isi di baliknya, di mana detail menjadi elemen krusial untuk merangkai keseluruhan cerita.
Di sisi lain, Puty Puar menekankan pentingnya sudut pandang dan empati dalam karya tulis. Puty mengungkapkan bahwa dalam mengangkat isu sosial, integritas dan empati adalah landasan utama agar pembaca tetap terpikat, serta mampu menunjukkan dampak nyata yang dibawa oleh cerita tersebut.
Melalui LFA dan APA, Astra berharap dapat terus memotivasi masyarakat untuk konsisten berkarya dan menjadi bagian dari penggerak perubahan positif bagi bangsa, sejalan dengan cita-cita Astra untuk "Sejahtera Bersama Bangsa".

Ananda Astri Dianka
Editor
