Kisah David Bangun Sekata Kopi, Dari Pandemi Jadi Peluang
- David membagikan kisah lahirnya Sekata Kopi saat pandemi COVID-19, strategi membangun komunitas, hingga ekspansi bisnis di tengah ketatnya persaingan.

Muhammad Imam Hatami
Author


MEDAN, TRENASIA.ID - Industri kopi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat seiring meningkatnya budaya nongkrong dan konsumsi kopi di berbagai kalangan.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, Sekata Kopi berhasil membangun identitasnya sendiri melalui konsep komunitas dan pengalaman pelanggan yang lebih dari sekadar menikmati secangkir kopi.
Di balik perkembangan bisnis tersebut, terdapat sosok David, entrepreneur muda yang awalnya bukan berasal dari industri kopi. Sebelum mendirikan Sekata Kopi, David lebih dikenal sebagai pelaku usaha di bidang event organizer dan sejumlah bisnis kuliner lainnya.
Covid Membawa Berkah
David mengungkapkan bahwa lahirnya Sekata Kopi tidak lepas dari perubahan besar yang terjadi saat pandemi COVID-19 melanda. Pada saat itu, bisnis event organizer yang menjadi sumber usaha utamanya mengalami perlambatan drastis akibat pembatasan aktivitas masyarakat.
"Sebenarnya Sekata Coffee ini tadinya bukan main bisnis saya. Main bisnis saya event organizer, tapi jadi main bisnis gara-gara pandemi kemarin. Karena event juga nggak jalan pada saat itu," ujarnya, kepada TrenAsia.
Namun, ketertarikan David terhadap bisnis kopi sebenarnya telah muncul jauh sebelum pandemi. Ia mengaku telah melakukan riset terhadap sejumlah coffee shop di Jakarta dan Medan untuk memahami pola bisnis, perilaku konsumen, hingga konsep yang diterapkan para pelaku usaha.
Dari hasil riset tersebut, David melihat peluang untuk membangun coffee shop dengan investasi yang lebih efisien dibandingkan banyak bisnis F&B lainnya.
Ia menilai kesuksesan sebuah usaha tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal, melainkan kemampuan membaca pasar dan menyusun strategi yang tepat.
Pandangan itu muncul ketika ia membandingkan bisnis beer house miliknya yang dibangun dengan modal sekitar Rp1,4 miliar dengan sebuah usaha seafood kaki lima yang memiliki omzet serupa meski dijalankan dengan modal jauh lebih kecil.
"Dari situ saya ngelihat bisnis F&B itu nggak perlu uang yang gede-gede. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsultan-konsultan yang paling pas," kata David.
Baca juga : Apa Itu Gross Split? Kebijakan yang Batal Diterapkan di Sektor Tambang

Mengikuti Tren Kopi yang Terus Bertumbuh
Keputusan memilih bisnis kopi juga bukan tanpa alasan. David melihat budaya minum kopi di Indonesia telah berubah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Menurutnya, kopi tidak lagi sekadar minuman, melainkan ruang sosial yang mempertemukan berbagai komunitas.
Ia melihat kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat menikmati kopi kapan saja, termasuk hingga larut malam, sebagai peluang bisnis yang menarik.
"Nah, kopi itu udah jadi kayak kebutuhan bagi orang-orang di Indonesia. Jadi aku berpikir, yaudah, kenapa nggak kopi, ngapain aku ngelawan tren atau aku buat tren baru," ujarnya.
Meski mengikuti tren yang sedang berkembang, David menegaskan Sekata Kopi tidak hanya berfokus pada produk kopi semata. Ia berusaha menghadirkan pengalaman yang berbeda melalui pelayanan dan suasana yang lebih personal bagi pelanggan.
Baca juga : Galeri Foto Timnas Gebuk Oman 3-0 di FIFA Matchday Jakarta
Menghadirkan Konsep "Rumah Kedua"
Salah satu ciri khas Sekata Kopi adalah konsep "feel like home" atau suasana yang membuat pelanggan merasa seperti berada di rumah sendiri. Konsep tersebut diwujudkan melalui desain tempat, pelayanan barista, hingga berbagai kegiatan komunitas yang rutin digelar.
Menurut David, Sekata Kopi ingin menjadi lebih dari sekadar tempat membeli kopi. Ia ingin menghadirkan ruang yang dapat digunakan pelanggan untuk berkumpul, berinteraksi, hingga membangun relasi.
"Jadi ketika datang itu kayak, oke aku balik ke rumah. Kalau aku nggak di rumahku, ya aku punya rumah kedua, yaitu Sekata Kopi," tuturnya.
Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui berbagai aktivitas komunitas yang melibatkan pelanggan dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas olahraga hingga komunitas kreatif. Setiap bulan, Sekata Kopi juga rutin menyelenggarakan kegiatan komunitas untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan.
Bertahan di Tengah Persaingan Coffee Shop
Menjamurnya coffee shop di berbagai kota membuat persaingan bisnis kopi semakin ketat. Namun David memiliki pandangan berbeda mengenai kompetisi.
Alih-alih menganggap coffee shop lain sebagai pesaing, ia justru melihat kehadiran banyak pelaku usaha sebagai indikator bahwa pasar kopi masih memiliki prospek yang besar.
"Nah, bagi saya yang penting strategi bisnis kita. Dan kita nggak pernah nganggap sekitar kita adalah saingan. Malah sekitar kita adalah penopang kita untuk jadi lebih gede," katanya.
Strategi tersebut diwujudkan dengan menghadirkan nilai tambah yang menurutnya tidak dimiliki semua coffee shop, yakni kombinasi antara produk kopi, hospitality, dan pengembangan komunitas.
David menyebut bahwa Sekata Kopi menjual pengalaman dan keterhubungan emosional dengan pelanggan, bukan hanya minuman.
Baca juga : Berburu Iphone Terbaru Pakai Capital Gain BBCA, Ini Saatnya?

Kolaborasi dengan IQOS dan Kehadiran Vape Corner
Selain konsep komunitas, salah satu fasilitas yang menjadi perhatian pelanggan adalah keberadaan vape corner dan area khusus pengguna IQOS di sejumlah gerai Sekata Kopi.
Menurut David, fasilitas tersebut hadir setelah pihaknya melihat tingginya jumlah pelanggan yang merupakan pengguna produk tembakau alternatif. Melihat kebutuhan tersebut, Sekata Kopi kemudian menjalin kerja sama dengan pihak IQOS dan menyediakan area yang lebih nyaman bagi para pengguna.
Ia mengatakan respons pelanggan cukup positif, terutama di wilayah Sumatera Utara yang mencatat performa penjualan tertinggi untuk kategori tersebut.
Ke depan, area khusus tersebut bahkan akan diperluas agar memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pelanggan tanpa mengganggu pengunjung lainnya.
Meski masih terus melakukan evaluasi terhadap beberapa gerai baru, termasuk yang beroperasi di pusat perbelanjaan, David memiliki visi besar untuk membawa Sekata Kopi berkembang ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam strategi ekspansinya, ia ingin mengangkat karakter dan komunitas lokal di setiap kota yang menjadi tujuan pengembangan bisnis. Konsep tersebut diwujudkan melalui program "local heroes" yang akan melibatkan komunitas setempat sebagai bagian dari identitas masing-masing gerai.
Bagi David, pertumbuhan bisnis tidak hanya soal membuka cabang baru, tetapi juga membangun ekosistem komunitas yang kuat di setiap daerah.
Kepada generasi muda yang ingin memulai usaha, David berpesan agar tidak terlalu lama menunggu momentum yang dianggap sempurna. Menurutnya, keberanian mengeksekusi ide dan menyusun perencanaan bisnis yang matang merupakan langkah awal yang paling penting dalam membangun usaha.
"Tapi yang paling penting adalah ketika punya ide, eksekusi aja langsung. Yang penting buat bisnis plan. Bisnis apapun, sekecil apapun, bisnis plan itu harus dibuat," pungkasnya.

Muhammad Imam Hatami
Editor
