Kinerja Tumbuh, MINE Guyur Dividen Rp60,23 M ke Investor
- MINE membagikan dividen Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham, setara 30% laba 2025, dengan prospek bisnis tambang tetap positif.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Emiten jasa pertambangan, PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE), memutuskan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 22 April 2026.
MINE membagikan dividen tunai Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham. Nilai ini setara dengan 30% laba tahun buku 2025 dan diputuskan dalam RUPST, 22 April 2026.
Perseroan menyatakan pembagian dividen merupakan bentuk nilai tambah bagi investor sekaligus apresiasi atas dukungan pemegang saham. “Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah.” jelas Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry.
Manajemen juga menegaskan akan menjaga keseimbangan antara pembagian dividen dan penguatan fundamental bisnis.
Ke depan, kebijakan dividen akan disesuaikan dengan kondisi perusahaan serta mempertimbangkan kebutuhan ekspansi dan prospek industri. “Kebijakan dividen ke depan akan terus mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan Perseroan secara menyeluruh.” tegas Ivo.
Baca juga : Tiga Pimpinan BRI Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif 2026
Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang 2025, kinerja keuangan MINE menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan tercatat naik 11,8% menjadi Rp2,36 triliun. Peningkatan ini didorong oleh sejumlah proyek strategis, antara lain dari:
- PT Erabaru Timur Lestari (jalan)
- PT Sulawesi Cahaya Mineral (tambang)
Kinerja tersebut turut memperkuat portofolio bisnis perseroan.nMemasuki 2026, MINE akan fokus pada perolehan kontrak baru, menjaga hubungan dengan mitra lama, serta mengembangkan lini bisnis.
“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.” jelas Ivo.
Penggunaan Dana IPO
Dari sisi pendanaan, total dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) mencapai Rp129,61 miliar dan telah terserap 100% hingga 31 Desember 2025. Dana tersebut digunakan untuk beberapa aspek berikut, diantaranya,
- Pengadaan alat berat
- Pembelian tanah dan bangunan
- Modal kerja
Selain itu, perseroan juga mencatat tambahan pengadaan alat berat sebesar Rp267 miliar.
Baca juga : GOTO dan ASII Melejit di Pembukaan LQ45 Hari Ini 22 April 2026
Prospek Industri dan Arah Bisnis
Manajemen menilai sektor jasa tambang masih memiliki prospek positif, seiring posisi Indonesia sebagai salah satu pemain global di industri pertambangan. Permintaan terhadap komoditas strategis dinilai tetap terjaga, terutama untuk mendukung kebutuhan energi dan industri hilirisasi.
Komoditas utama yang menjadi penopang meliputi nikel, batu bara, dan emas. Ketiga komoditas ini tidak hanya memiliki pasar yang kuat di dalam negeri, tetapi juga menjadi andalan ekspor Indonesia di pasar global.
Ke depan, perseroan akan memperluas layanan serta melakukan diversifikasi mineral guna menangkap peluang yang lebih luas. Ivo menyampaikan bahwa potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam membuka ruang pengembangan usaha yang luas di berbagai komoditas, sekaligus menjadi dasar bagi perusahaan untuk terus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Muhammad Imam Hatami
Editor
