Tren Leisure

Kenali Aplikasi Kurban Online yang Cocok Buat Kamu

  • Kurban kini bisa dilakukan tanpa ke pasar hewan. Cukup lewat aplikasi, prosesnya cepat, praktis, dan makin transparan.
3-Hukum-Kurban-Online.png
Ilustrasi kurban online. (Dompet Dhuafa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Kamu tidak perlu ke pasar hewan, tidak perlu mencari lapak pinggir jalan, bahkan tidak harus paham jenis kambing. Kurban 2026 kini bisa diselesaikan dari layar ponsel dalam hitungan menit. Namun, penting dipahami “bisa lewat aplikasi” belum tentu sama dengan “aman lewat aplikasi”.

Dalam tiga tahun terakhir, ekosistem kurban digital di Indonesia berkembang pesat. Platform besar seperti Shopee, Tokopedia, Gojek, Kitabisa, hingga aplikasi perbankan seperti BRImo kini menyediakan fitur kurban online.

Tak hanya itu, platform berbasis lembaga seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan NU Online Super App juga semakin aktif menggarap segmen ini.

Untuk Iduladha 2026 (27 Mei 2026), BRImo bersama Rumah Zakat menghadirkan layanan kurban digital yang tersedia mulai 27 April hingga 27 Mei 2026. 

Seluruh proses dari memilih hewan hingga pembayaran, bisa dilakukan dalam satu aplikasi, dengan insentif cashback Rp150 ribu bagi 600 transaksi pertama.

Perbandingan Platform Kurban Digital

Secara konsep, hampir semua platform bekerja dengan mekanisme serupa, pengguna memilih hewan, melakukan pembayaran, lalu mitra lembaga mengurus penyembelihan dan distribusi. Namun, perbedaannya terletak pada transparansi, harga, dan jangkauan distribusi.

Shopee Berkurban 

Shopee menawarkan harga kambing mulai Rp1,35 juta, bekerja sama dengan 12 lembaga terpercaya. Tersedia juga opsi patungan sapi (1/7) dan program distribusi internasional seperti Palestina. Setelah transaksi, pengguna menerima sertifikat digital.

Menu pilihan kurban online di Shopee.

Tokopedia Kurban 

Tokopedia menggandeng Dompet Dhuafa, Eco Qurban, dan Human Initiative. Harga kambing mulai Rp1,5 juta. Keunggulannya ada pada laporan lengkap, waktu penyembelihan, lokasi, dokumentasi foto, hingga sertifikat digital.

NU Online Super App 

Melalui NU Online Super App memiliki pendekatan distribusi yang unik. Pada Iduladha 2025, platform ini menghimpun Rp322,6 juta dari 98 pekurban dan menyalurkan ke 64 kota/kabupaten serta Palestina. Fokusnya bukan skala besar, melainkan pemerataan distribusi ke daerah minim kurban.

BRImo × Rumah Zakat 

BRImo unggul dalam kemudahan transaksi karena terintegrasi dengan layanan perbankan. Cocok bagi pengguna yang ingin proses cepat tanpa berpindah aplikasi.

Review Singkat: Mana yang Cocok?

  • Jika mencari harga terjangkau dan banyak pilihan, Shopee bisa jadi opsi.
  • Jika ingin transparansi laporan paling detail, Tokopedia lebih unggul.
  • Jika prioritas pada dampak sosial dan distribusi ke daerah terpencil, NU Online Super App menarik dipertimbangkan.
  • Jika mengutamakan kemudahan dan integrasi keuangan, BRImo jadi pilihan praktis.

Hal Penting Sebelum Bayar

Sebelum memutuskan berkurban secara digital, ada tiga hal krusial yang perlu diperhatikan:

  1. Legalitas dan mitra lembaga, Pastikan platform bekerja sama dengan lembaga terpercaya yang memiliki rekam jejak distribusi jelas.
  2. Transparansi laporan, Platform yang kredibel biasanya memberikan dokumentasi penyembelihan—minimal foto, waktu, dan lokasi.
  3. Lokasi distribusi, Pilih platform yang menyalurkan ke daerah yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya wilayah yang sudah kelebihan pasokan daging kurban.

Cara Kurban Lewat Aplikasi (Langkah Umum)

Berikut alur yang umumnya berlaku di hampir semua platform:

  1. Buka aplikasi (Shopee, Tokopedia, BRImo, dll.)
  2. Pilih menu “Kurban” atau “Donasi Kurban”
  3. Tentukan jenis hewan (kambing atau sapi/patungan)
  4. Pilih lembaga penyalur
  5. Lakukan pembayaran
  6. Terima bukti transaksi & sertifikat digital
  7. Tunggu laporan distribusi saat Iduladha

Kurban digital memang menghilangkan pengalaman melihat langsung proses penyembelihan. Namun di sisi lain, ia membuka akses distribusi yang lebih luas dan tepat sasaran, bahkan hingga ke daerah terpencil atau luar negeri.

Pada akhirnya, esensi kurban tidak terletak pada cara pembayarannya, melainkan pada dampaknya. Bukan soal offline atau online—tetapi ke mana daging itu sampai dan siapa yang menerima manfaatnya.