Israel Terus Gempur Gaza, 27 Meninggal
- Sedikitnya 27 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza Palestina.

Amirudin Zuhri
Author


GAZA-Sedikitnya 27 orang meninggal dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara yang dilakukan Israel ke Jalur Gaza Palestina.
Aljazeera mengutip data terbaru dari Kementerian Kesehatan Palestina setidaknya 27 orang telah tewas dalam serangan Israel . “Lebih dari 76 orang terluka, dengan sebagian besar menderita luka serius,” tulis Al Jazeera Kamis 11 Mei 2023.
Pasukan Israel mengklaim memburu kelompok yang menyebut dirinya sebagia Jihad Islam Palestina. Serangan juga telah mengakibatkan Ali Ghali, komandan pasukan peluncuran roket kelompok tersebut meninggal pada Kamis 11 Mei 2023 pagi. Al Jazeera melaporkan Ali Ghali juga seorang tokoh senior di dewan militer gerakan yang selamat dari upaya pembunuhan sebelumnya oleh Israel.
Israel sejauh ini telah melancarkan serangan udara terhadap lebih dari 100 sasaran di kantong pesisir Gaza yang terkepung. Setelah sempat agak tenang pada Rabu malam dan Kamis Israel memperbarui serangan udaranya. Dua serangan dilakukan di Khan Younis dengan salah satu menghantam gedung apartemen tempat tinggal. Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi tiga kematian dan puluhan orang terluka. Reporter Aljazeera mengatakan sangat sulit untuk mengatasi keadaan di Gaza saat ini. Kota tersebut pada dasarnya lumpuh.
- Boy Thohir Kantongi Rp951,74 Miliar dari Dividen Adaro Energy (ADRO)
- 8 Negara Ini Sudah Pakai Mata Uang Yuan Sebagai Pengganti Dolar AS
- Kabar Gembira untuk Pengguna Android! Teknologi Bard AI Akan Hadir di Ponsel Anda
Tor Wennesland, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah mengatakan kematian warga sipil akibat serangan udara Israel tidak dapat diterima. Dia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menghindari eskalasi.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga mengutuk pembunuhan warga sipil di Gaza. Dia mendesak semua pihak yang berkepentingan untuk menahan diri secara maksimal dan bekerja untuk segera menghentikan permusuhan.
Sementara itu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melalui televisi pada hari Rabu mengatakan Israel memberikan pukulan keras kepada kelompok-kelompok bersenjata Palestina. Dan dia menambahkan, serangan ini belum berakhir. “Israel yang memutuskan kapan ketenangan dipulihkan,” katanya.
Pejabat Israel mengatakan lebih dari 400 roket telah ditembakkan pada Rabu malam. Mereka mengklaim sebagian besar dicegat atau jatuh di area terbuka. Tetapi Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan sekitar seperempat salah tembak dan jatuh di dalam Gaza.
Serangan udara Israel dimulai pada hari Selasa yang memicu baku tembak menewaskan tiga pejuang Palestina dan setidaknya 10 warga sipil. Kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak.
Sebuah stasiun TV Mesir yang dikelola negara mengumumkan bahwa Mesir telah menengahi gencatan senjata pada hari Rabu. Tetapi upaya gencatan senjata tampaknya goyah karena pertempuran semakin intensif dengan tidak ada pihak yang menunjukkan tanda-tanda mundur.
