Industri

Implementasi ESG, Bank Mandiri Kucurkan Kredit ke Sektor Hijau Senilai Rp226 Triliun pada Kuartal II-2022

  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp226 triliun atau sekitar 25% dari total kredit pada kuartal II-2022
 Nilai Transaksi Livin' by Mandiri .jpg
Karyawan beraktivitas dengan latar belakang logo Livin' by Mandiri di kantor Cabang Bank Mandiri, Jakarta, Jum'at, 21 Januari 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp226 triliun atau sekitar 25% dari total kredit pada kuartal II-2022.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar menyampaikan, pembiayaan kepada sektor energi terbarukan, pengelolaan SDA berkelanjutan, dan transportasi ramah lingkungan. 

"Realisasi tersebut menegaskan komitmen perseroan untuk menciptakan green economy yang tercermin pada ESG Framework & Roadmap dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan sesuai dengan POJK 51/2017," kata Alexandra dalam keterangan pers, Selasa 6 September 2022. 

Langkah Bank Mandiri sejalan dengan komitmen pemerintah mendukung ekonomi hijau. Hal ini terlihat dari total Pembiayaan Hijau Nasional pada akhir 2021 sebesar RpRp 466 Trilun atau 8% dari total kredit nasional. 
 
Adapun Bank Mandiri, ungkap Alexandra telah berkontribusi sebesar 20,7% dari total kredit hijau di Tanah Air. 

Tidak hanya dari sisi kredit, dari sisi pendanaan bank berkode emiten BMRI ini juga telah mengembangkan serangkaian sustainable product seperti sustainable bond sebesar US$300 juta. Lalu, ESG repo sebesar US$500 Juta, serta retail consumer loan untuk pembelian mobil listrik dan solar panel. 

“Untuk mengakselerasi Low Carbon Investment, kami akan terus berinovasi mengembangkan berbagai produk berkelanjutan sesuai best practices seperti sustainability linked loan termasuk ke sektor renewable energy,” pungkas Alexandra.