IHSG Ngegas Terus, Analis Pilih Saham BBRI hingga TINS
- Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham BBRI, SSIA, dan TINS untuk strategi trading hari ini, lengkap dengan level beli, target, dan stop rugi.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading hari ini, Rabu 7 Januari 2026, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Timah Tbk (TINS). Rekomendasi ini muncul di tengah peluang penguatan lanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Sejumlah indikator teknikal menunjukkan tren pasar masih positif, seiring laju IHSG yang terus menanjak dalam beberapa hari terakhir.
BBRI: Beli Akumulatif di Area Support
Saham BBRI pada perdagangan Selasa (6/1) ditutup menguat 1,38% ke level Rp3.680. Saham bank BUMN terbesar yang fokus pada pembiayaan UMKM ini direkomendasikan beli akumulatif di rentang harga Rp3.650–3.680.
Untuk strategi jangka pendek, target ambil untung BBRI berada di area Rp3.750 hingga Rp3.800, dengan batas stop rugi di Rp3.580.
SSIA: Momentum Kuat, Cocok untuk Trading
Sementara itu, saham SSIA mencuri perhatian setelah melonjak 10,24% dan ditutup di level Rp1.830. Emiten pengembang properti dan kawasan industri ini dinilai masih memiliki momentum untuk trading jangka pendek.
Bareksa merekomendasikan beli untuk trading SSIA di kisaran Rp1.780–1.820, dengan target harga Rp1.900 hingga Rp1.940. Adapun batas risiko atau stop rugi disarankan di level Rp1.720.
TINS: Bergerak Stabil, Potensi Lanjutan
Saham TINS juga ditopang sentimen positif setelah menguat 0,6% ke Rp3.340. Emiten tambang timah milik negara ini direkomendasikan beli untuk trading di area Rp3.300–3.340.
Target ambil untung TINS berada di rentang Rp3.500 hingga Rp3.600, sementara stop rugi dipasang di Rp3.200.
Tabel: Rekomendasi Saham Hari Ini (7/1/2026)
| Stock Pick (Rp) | BBRI | SSIA | TINS |
|---|---|---|---|
| Last Price | 3.680 | 1.830 | 3.340 |
| Recommendation | Accumulative Buy | Trading Buy | Trading Buy |
| Entry Range | 3.680 | 1.820 | 3.340 |
| 3.650 | 1.780 | 3.300 | |
| Target Price (TP) 1 | 3.750 | 1.900 | 3.500 |
| Target Price (TP) 2 | 3.800 | 1.940 | 3.600 |
| Stop Loss | 3.580 | 1.720 | 3.200 |
Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 6/1/2026
IHSG pada perdagangan Selasa (6/1/2026) ditutup naik 74,42 poin atau 0,85% ke level 8.933,61. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di kisaran 8.839 hingga 8.940. Menurut riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (7/1), saham-saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BBCA, dan BBRI menjadi motor utama penguatan indeks.
Penguatan ini sekaligus memperpanjang reli IHSG menjadi lima hari berturut-turut dan mengantarkan indeks mencetak rekor tertinggi baru. Secara teknikal, level resistance sebelumnya di 8.777 kini berpotensi berubah menjadi support jangka pendek.
Dari perspektif Elliott Wave, IHSG saat ini tengah membentuk minute wave ke-5. Apabila indeks mampu bertahan dan melanjutkan penguatan, IHSG berpeluang menguji area resistance berikutnya di kisaran 8.975–9.000, yang sekaligus menjadi target gelombang minute 5 dalam tren naik jangka pendek.
Namun, untuk horizon yang lebih panjang, area tersebut diperkirakan menjadi puncak gelombang minor 3. Setelahnya, pasar berpotensi memasuki fase koreksi guna membentuk gelombang minor 4.

Ananda Astri Dianka
Editor
