IDCloudHost Tawarkan Colocation Server untuk Bisnis di Era AI
- Era AI meningkatkan kebutuhan infrastruktur digital. IDCloudHost menawarkan colocation server dengan pilihan kapasitas hingga full rack dan dukungan konektivitas.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mendorong perusahaan memperkuat infrastruktur digital untuk menopang kebutuhan komputasi, penyimpanan data, konektivitas, hingga pengelolaan aplikasi.
Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak hanya membutuhkan performa infrastruktur yang tinggi, tetapi juga fleksibilitas dan kontrol atas perangkat serta data. Salah satu opsi yang dapat digunakan, terutama bagi perusahaan yang telah memiliki perangkat server sendiri, adalah layanan colocation server.
Melihat kebutuhan tersebut, IDCloudHost menyediakan layanan Colocation Server Indonesia yang memungkinkan perusahaan menempatkan server miliknya di fasilitas data center dengan dukungan listrik, konektivitas jaringan, dan perlindungan infrastruktur.
Dengan model colocation, perusahaan tetap memiliki kendali atas perangkat server tanpa harus membangun dan mengelola fasilitas data center sendiri.
CTO IDCloudHost Faisal Reza mengatakan meningkatnya penggunaan AI membuat kebutuhan infrastruktur digital perusahaan semakin beragam. Karena itu, menurut dia, perusahaan perlu memiliki fleksibilitas dalam menentukan model infrastruktur sesuai kebutuhan bisnis.
“Bagi perusahaan yang membutuhkan kontrol lebih besar terhadap perangkat dan resource, colocation dapat menjadi pilihan yang fleksibel untuk mendukung workload dan perkembangan bisnis,” jelas Faisal.
Kebutuhan infrastruktur tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan teknologi. Software house, perusahaan media, startup, pengelola aplikasi, hingga bisnis dengan situs web dan trafik tinggi juga membutuhkan infrastruktur yang mampu menjaga stabilitas layanan digital.
Pilihan Kapasitas hingga Full Rack
IDCloudHost menyediakan beberapa pilihan kapasitas colocation yang dapat disesuaikan dengan jumlah dan kebutuhan perangkat perusahaan. Kapasitas yang tersedia mulai dari 1U, 2U, Quarter Rack 10U, Half Rack 20U, hingga Full Rack 42U.
Layanan tersebut juga didukung pilihan konektivitas, termasuk International Bandwidth hingga 300 Mbps. Pada paket tertentu, tersedia pula koneksi OpenIXP dan IIX APJII hingga 1 Gbps serta perlindungan Anti-DDoS.
Bagi perusahaan yang sudah memiliki server sendiri, model tersebut memungkinkan perangkat tetap dikelola sesuai kebutuhan internal, sementara kebutuhan fasilitas pendukung seperti listrik, jaringan, dan keamanan infrastruktur disediakan oleh penyedia data center.
Chief of Community & Ecosystem Development IDCloudHost M. Mufid Luthfi mengatakan fleksibilitas infrastruktur akan semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI dan layanan digital.
“Kami melihat kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur akan terus berkembang dengan meningkatnya penggunaan AI dan layanan digital. Karena itu, fleksibilitas dalam memilih dan mengelola infrastruktur menjadi semakin penting,” ujar Mufid.
Menurut dia, colocation menjadi alternatif bagi perusahaan yang ingin mempertahankan kepemilikan dan kontrol atas server sekaligus memanfaatkan fasilitas data center untuk menunjang operasional.
Dengan berbagai pilihan kapasitas dan dukungan konektivitas, layanan Colocation Server IDCloudHost menyasar perusahaan yang membutuhkan lingkungan data center untuk menjalankan server serta layanan digital secara lebih terkelola.

Chrisna Chanis Cara
Editor
