Tren Pasar

Harga Emas Nyaris Stagnan, Pasar Tahan Napas Jelang 19 September

  • Update emas Antam 7 September 2026: turun tipis Rp3.000 ke Rp2.637.000, buyback Rp2.490.000, spread Rp147.000 dua puluh hari berturut jelang The Fed 16 September 2026.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp3.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.640.000 menjadi Rp2.637.000, Senin, 7 September 2026.

Adapun harga buyback oleh Logam Mulia juga turun Rp3.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.493.000 menjadi Rp2.490.000. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp147.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Senin, 7 September 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.368.500
1 gramRp2.637.000
2 gramRp5.224.000
3 gramRp7.811.000
5 gramRp12.960.000
10 gramRp25.810.000
25 gramRp64.387.000
50 gramRp128.695.000
100 gramRp257.312.000
250 gramRp642.765.000
500 gramRp1.285.320.000
1.000 gramRp2.570.600.000

Sumber: Logam Mulia, 7 September 2026

Insight TrenAsia

Spread Rp147.000 Bertahan Dua Puluh Hari, Rekor Konsistensi 2026

Penurunan Rp3.000 yang seragam di kedua sisi membuat spread tidak beranjak dari Rp147.000 — hari kedua puluh berturut spread bertahan di kisaran Rp140.000 hingga Rp147.000 sejak 17 Agustus 2026. 

Dalam dua puluh hari perdagangan itu, harga jual bergerak dalam rentang Rp2.599.000 hingga Rp2.750.000 — kisaran Rp151.000 — tapi spread tidak pernah keluar dari zona sempit Rp7.000. Rekor konsistensi ini belum pernah ada sepanjang 2026. Dari harga beli sekarang, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 5,5%.

Pergerakan Rp3.000 yang Praktis Tidak Bermakna, Pasar Menunggu

Penurunan Rp3.000 adalah salah satu pergerakan terkecil yang pernah tercatat sepanjang 2026. Harga Rp2.637.000 nyaris identik dengan kemarin dan mencerminkan pasar yang benar-benar dalam posisi menunggu. 

Dalam sembilan hari terakhir sejak 29 Agustus 2026, emas Antam bergerak dalam rentang Rp2.624.000 hingga Rp2.670.000 — kisaran Rp46.000 yang semakin menyempit. 

Pola konsolidasi seperti ini biasanya mendahului pergerakan besar ke salah satu arah, dan katalis untuk pergerakan itu sudah jelas waktunya. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, jarak masih Rp222.000 per gram atau sekitar 7,8%.

Sembilan Hari Menuju The Fed, Pasar Sudah Mengunci Ekspektasi

Pertemuan The Fed pada 16-17 September 2026 tinggal sembilan hari lagi dan ekspektasi pasar sudah sangat solid — peluang pemangkasan 25 bps di pasar swap suku bunga berada di kisaran 85% setelah NFP AS melunak Jumat lalu. 

Dalam kondisi seperti ini, tidak ada data ekonomi pekan ini yang bisa secara dramatis mengubah ekspektasi itu. Yang bisa menggerakkan harga secara signifikan hanya dua hal: kejutan data inflasi CPI AS yang dijadwalkan Rabu pekan ini, atau pernyataan mendadak dari pejabat The Fed yang mengubah ekspektasi. 

Jika CPI melandai sesuai atau lebih baik dari ekspektasi, harga emas Antam berpeluang menembus kembali Rp2.680.000 hingga Rp2.700.000 menjelang keputusan The Fed. Sebaliknya, CPI yang lebih tinggi dari perkiraan bisa memicu koreksi tajam dan menekan harga ke bawah Rp2.610.000 sebelum The Fed mengumumkan keputusannya.