Fakta Unik Jelang Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
- Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Argentina vs Spanyol. Simak jadwal, sejarah kedua tim, statistik, rekor, hingga duel Lionel Messi melawan Lamine Yamal.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Final Piala Dunia FIFA 2026 akan mempertemukan dua negara dengan sejarah dan generasi sepak bola yang berbeda. Argentina, juara bertahan yang telah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia, akan menghadapi Spanyol, juara edisi 2010 yang kini berpeluang mengangkat trofi kedua sepanjang sejarah.
Laga puncak ini tidak hanya menentukan siapa yang menjadi juara dunia 2026, tetapi juga menghadirkan sejumlah cerita besar. Mulai dari peluang Argentina mencetak sejarah sebagai juara bertahan pertama sejak Brasil era 1958-1962, hingga potensi lahirnya era baru sepak bola Spanyol yang dipimpin Lamine Yamal.
Tak kalah menarik, final ini juga dipandang sebagai simbol pergantian generasi melalui duel Lionel Messi dan Lamine Yamal, dua pemain yang dipisahkan hampir dua dekade usia, tetapi dihubungkan oleh sebuah foto ikonik yang kembali viral beberapa tahun terakhir.
Partai final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, yang selama turnamen menggunakan nama resmi New York New Jersey Stadium. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada,
- Hari: Minggu, 19 Juli 2026 (waktu setempat)
- Waktu Indonesia: Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB
- 03.00 WITA
- 04.00 WIT
Stadion berkapasitas sekitar 80.663 hingga 82.500 penonton tersebut menjadi panggung penutup Piala Dunia pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca juga : Tiket Final Piala Dunia Rp37 M? Pahami Dynamic Pricing dan Pasar Sekunder
Rekam Jejak Argentina di Piala Dunia
Argentina datang ke final dengan status salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola dunia. Hingga sebelum final 2026, La Albiceleste telah tampil dalam enam final dan berhasil mengangkat trofi sebanyak tiga kali.
Daftar Gelar Juara Dunia Argentina
- 1978
- Tuan rumah: Argentina
- Lawan final: Belanda
- Hasil: Menang 3-1
- 1986
- Tuan rumah: Meksiko
- Lawan final: Jerman Barat
- Hasil: Menang 3-2
- 2022
- Tuan rumah: Qatar
- Lawan final: Prancis
- Hasil: Imbang 3-3, menang adu penalti 4-2
Ketiga gelar tersebut lahir dari tiga generasi berbeda. Pada 1978, Mario Kempes menjadi bintang kemenangan Argentina setelah mencetak dua gol di final melawan Belanda.
Delapan tahun kemudian, Diego Maradona membawa Argentina meraih trofi kedua di Meksiko. Turnamen itu dikenang berkat aksi legendaris Maradona, termasuk gol "Hand of God" dan solo run spektakuler ke gawang Inggris.
Sementara itu, pada 2022 di Qatar, Lionel Messi akhirnya menyempurnakan kariernya dengan membawa Argentina mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 3-3.
Daftar Final yang Pernah Dijalani Argentina
- 1930 – Runner-up (kalah 2-4 dari Uruguay)
- 1978 – Juara
- 1986 – Juara
- 1990 – Runner-up
- 2014 – Runner-up
- 2022 – Juara
- 2026 – Final melawan Spanyol
Apabila mampu mempertahankan gelar, Argentina akan menjadi negara pertama sejak Brasil (1958 dan 1962) yang berhasil menjadi juara dunia dua edisi berturut-turut.
Baca juga : Pohon Bisnis Arsjad Rasjid: Dari Batu Bara, Properti sampai EV
Rekam Jejak Spanyol di Piala Dunia
Berbeda dengan Argentina, sejarah Spanyol di Piala Dunia relatif lebih singkat. La Roja baru satu kali tampil di final sekaligus meraih gelar juara.
Kesuksesan tersebut terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, Spanyol mengalahkan Belanda 1-0 melalui gol dramatis Andrés Iniesta pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu.
Tim juara dunia 2010 dipenuhi pemain yang kemudian menjadi legenda sepak bola modern, antara lain:
- Iker Casillas
- Xavi Hernández
- Andrés Iniesta
- David Villa
- Carles Puyol
- Sergio Ramos
- Xabi Alonso
- Sergio Busquets
Setelah 16 tahun menanti, Spanyol akhirnya kembali mencapai partai final dan berpeluang meraih gelar dunia kedua. Jika berhasil menjadi juara, Spanyol akan menjadi negara ketujuh yang memiliki lebih dari satu trofi Piala Dunia.
Bagaimana Argentina dan Spanyol Lolos ke Final?
Kedua tim sama-sama tampil impresif pada semifinal. Spanyol memastikan tiket final setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.
Gol kemenangan dicetak oleh:
- Mikel Oyarzabal melalui tendangan penalti pada menit ke-22.
- Pedro Porro pada menit ke-58.
Sementara Argentina meraih kemenangan dramatis atas Inggris. Sempat tertinggal melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55, Argentina membalikkan keadaan lewat:
- Enzo Fernández menit ke-85.
- Lautaro Martínez pada masa injury time.
Skor akhir 2-1 memastikan Argentina kembali tampil di final Piala Dunia.
Statistik Menarik Menjelang Final
Kedua finalis memiliki karakter permainan yang sangat berbeda. Argentina menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen. Beberapa statistik penting menjelang final antara lain,
- Argentina mencetak 19 gol, terbanyak di Piala Dunia 2026.
- Spanyol hanya kebobolan 1 gol, terbaik di antara seluruh peserta.
Artinya, final akan mempertemukan lini serang paling tajam melawan pertahanan paling kokoh. Salah satu cerita terbesar menjelang final adalah potensi duel antara Lionel Messi dan Lamine Yamal. Pertandingan ini menjadi simbol pergantian generasi dalam sepak bola dunia.
Kisah keduanya bermula jauh sebelum Lamine Yamal menjadi pemain profesional. Pada 2007, Messi yang saat itu berusia sekitar 20 tahun mengikuti sesi pemotretan kalender amal UNICEF di Camp Nou.
Dalam salah satu sesi, Messi berpose sambil memandikan seorang bayi menggunakan bak kecil dan mainan bebek. Bayi tersebut ternyata adalah Lamine Yamal.
Foto yang diabadikan fotografer Joan Monfort itu kembali viral pada 2024 setelah ayah Yamal mengunggahnya ke media sosial dengan keterangan,"The beginning of two legends."
Monfort bahkan menyebut momen tersebut sebagai sebuah "keajaiban takdir".
Final Pertama Messi vs Yamal
Jika keduanya sama-sama tampil, final Piala Dunia 2026 akan menjadi pertemuan pertama mereka sebagai lawan di lapangan. Perbandingan keduanya menjelang final sangat kontras,
Lionel Messi
- Usia 39 tahun
- Legenda sepak bola dunia
- Juara Dunia 2022
- Delapan Ballon d'Or
Lamine Yamal
- Usia 19 tahun
- Bintang muda Spanyol
- Generasi baru La Roja
- Salah satu talenta terbaik dunia
Sebelum turnamen dimulai, Yamal pernah mengaku sangat berharap dapat menghadapi Messi di final Piala Dunia. Banyak pihak kemudian menyebut laga ini sebagai pertarungan antara ikon sepak bola masa kini dan calon ikon generasi berikutnya.
Fakta Menarik Final Piala Dunia 2026
Selain perebutan trofi, sejumlah catatan menarik juga mengiringi partai puncak.
- Argentina berpeluang menjadi juara bertahan pertama sejak Brasil mempertahankan gelar pada 1958 dan 1962.
- Spanyol berpeluang menambah koleksi gelar dunia menjadi dua trofi.
- Finalissima antara Argentina dan Spanyol yang sempat direncanakan berlangsung pada Maret 2026 di Qatar batal digelar karena situasi geopolitik di Timur Tengah.
- Upacara penutupan Piala Dunia dijadwalkan menampilkan Post Malone, Robbie Williams, dan IShowSpeed, sementara Jennifer Hudson dijadwalkan membawakan lagu kebangsaan Amerika Serikat.
Final Piala Dunia 2026 menghadirkan dua misi besar yang berbeda. Bagi Argentina, kemenangan akan mempertegas dominasi mereka sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah sepak bola sekaligus menciptakan rekor juara dunia beruntun yang belum pernah terjadi selama lebih dari enam dekade.
Sebaliknya, Spanyol datang membawa ambisi mengembalikan kejayaan generasi emas mereka sekaligus membuka era baru bersama para pemain muda yang dipimpin Lamine Yamal.
Dengan sejarah, statistik, dan cerita emosional yang mengiringi kedua tim, final di New York New Jersey Stadium diprediksi menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam sejarah Piala Dunia.

Muhammad Imam Hatami
Editor
