Tren Pasar

Emas Antam Tembus Harga Terendah Sejak Juli 2026, Cek Insightnya

  • Update emas Antam 15 Oktober 2026: turun Rp13.000 ke Rp2.561.000, buyback Rp2.370.000, terendah baru sejak Juli 2026, koreksi dari puncak Mei tembus Rp298.000 per gram.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp13.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.574.000 menjadi Rp2.561.000, Kamis, 15 Oktober 2026.

Adapun harga buyback oleh Logam Mulia juga turun Rp13.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.383.000 menjadi Rp2.370.000. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp191.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Kamis, 15 Oktober 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.330.500
1 gramRp2.561.000
2 gramRp5.072.000
3 gramRp7.583.000
5 gramRp12.580.000
10 gramRp25.085.000
25 gramRp62.587.000
50 gramRp125.095.000
100 gramRp250.112.000
250 gramRp625.265.000
500 gramRp1.250.320.000
1.000 gramRp2.500.600.000

Sumber: Logam Mulia, 15 Oktober 2026

Insight TrenAsia

Spread Rp191.000 Bertahan Tiga Hari, Tapi Harga Terus Tergerus

Penurunan seragam Rp13.000 di kedua sisi membuat spread tidak bergerak dari Rp191.000 — hari ketiga berturut spread bertahan di level yang sama. Konsistensi spread ini memberi sedikit kepastian bagi penjual, tapi harga yang terus turun mengurangi nilai absolut dari buyback setiap harinya. 

Dari harga beli sekarang, break-even masih tercapai setelah kenaikan sekitar 7,5% — angka yang konsisten dalam tiga hari terakhir.

Support Kritis Rp2.565.000 Ditembus, Harga Terendah Baru Sejak Juli 2026

Ini perkembangan teknis yang signifikan. Titik terendah Oktober sebelumnya di Rp2.565.000 yang bertahan sejak 8 Oktober 2026 akhirnya ditembus hari ini. Harga Rp2.561.000 adalah level terendah baru yang belum pernah tercatat sejak pertengahan Juli 2026 — hampir tiga bulan ke belakang. 

Dalam dua pekan terakhir, setiap kali emas Antam mencoba rebound, kenaikannya tidak pernah bertahan lebih dari empat hari sebelum kembali terkoreksi dan mencetak titik terendah baru. 

Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, koreksi kini mencapai Rp298.000 per gram atau sekitar 10,4% — level tekanan terdalam yang pernah tercatat sepanjang 2026. Support berikutnya yang perlu dicermati ada di kisaran Rp2.540.000 hingga Rp2.545.000.

Dolar Masih Kuat, Ekspektasi The Fed Belum Berubah

Tidak ada kejutan besar dari pasar global hari ini — penurunan harga emas lebih mencerminkan kelanjutan tren yang sudah berlangsung sejak akhir Agustus 2026. 

Dolar AS masih bergerak di level kuat setelah CPI yang mengecewakan awal pekan ini, dan peluang pemangkasan The Fed November 2026 masih di kisaran 10% — hampir tidak ada ruang untuk katalis positif dari sisi kebijakan moneter AS dalam waktu dekat. 

Di sisi domestik, rupiah yang melemah di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS seharusnya menopang konversi harga emas, tapi tekanan dari pasar global terus mendominasi. 

Satu-satunya yang bisa membalik tren ini secara signifikan dalam jangka pendek adalah kejutan geopolitik yang mendorong permintaan emas sebagai aset lindung nilai, atau data ekonomi AS yang tiba-tiba melemah tajam. 

Tanpa salah satu dari itu, harga emas Antam berisiko melanjutkan tekanan menuju Rp2.540.000 sebelum pertemuan The Fed pada 4-5 November 2026.