Efisiensi Berbuah Manis, UNVR Catat Laba Rp1,24 Triliun di Kuartal I-2025
- Unilever Indonesia (UNVR) mencatat lonjakan laba 245% secara kuartalan pada kuartal I-2025 berkat strategi efisiensi. Kinerja ini mendorong saham UNVR naik 17% dalam sebulan terakhir.

Alvin Bagaskara
Author


Graha Unilever milik PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) di kawasan Green Office Park, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten. / Foto: Unilever Indonesia
(Istimewa)JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sukses mencatatkan pemulihan mengejutkan pada kuartal I-2025. Perusahaan consumer goods ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,24 triliun, melonjak 245% dibanding kuartal sebelumnya, meski secara tahunan masih turun 15%.
Kinerja laba tersebut melampaui ekspektasi pasar, setara dengan 32% dari estimasi laba tahunan konsensus analis. Kondisi ini mengindikasikan bahwa strategi efisiensi yang dijalankan sejak tahun lalu mulai menunjukkan hasil konkret.
Setali tiga uang, harga saham UNVR pun ikut reli 17% dalam satu bulan terakhir. Raihan ini, bahkan, mengungguli penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat hanya naik 8% dalam periode yang sama.
- Saham BBTN Lanjutkan Reli, Sentimen Positif Perkuat Prospek Jangka Menengah
- Menyibak Dark Factory, Rahasia China Bikin AS Tak Berkutik
- Melemah 21 Poin, IHSG Hari Ini Ditutup di 6.613,48
Invesment Analyst Lead Stockbit Sekurias, Edi Chandren, menilai pemulihan ini bukan sekadar teknikal. "Ini sinyal bahwa efisiensi mulai menggerakkan mesin profit UNVR kembali," ujarnya dalam ulasannya pada Kamis, 24 April 2025.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan hari ini, saham UNVR terpantau melesat 4,91% ke level Rp1.495 per saham. Dari sisi broker summary, saham ini juga terpantau diborong asing dengan total net buy sebesar Rp19,3 miliar.
Respons pasar ini tidak lepas dari sentimen positif atas kinerja keuangan terbaru perseroan. Dalam laporan keuangan kuartal I-2025, UNVR mencatat margin laba usaha sebesar 17,1%, melonjak tajam dibanding 6,7% pada kuartal sebelumnya.
Peningkatan margin ini terutama ditopang oleh penurunan signifikan pada biaya gaji, yang merosot 45% secara tahunan dan 69% secara kuartalan, seiring dengan selesainya program pengurangan jumlah karyawan.
Di sisi lain, margin laba kotor juga mengalami pemulihan ke level 48,2%, naik dari 44,5% pada kuartal sebelumnya. Biaya untuk iklan dan promosi relatif stabil di 9,2% dari pendapatan, nyaris setara dengan rata-rata tahunan.
Meski laba membaik, kinerja pendapatan UNVR masih tertahan. Total pendapatan pada kuartal I-2025 tercatat sebesar Rp9,47 triliun, turun 6% YoY, meskipun tumbuh 23% QoQ. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya volume penjualan domestik yang terkoreksi 8% YoY, sementara harga jual rata-rata (ASP) hanya tumbuh tipis 1,3%.
Segmen Home and Personal Care menjadi penekan terbesar dengan penurunan pendapatan 9% YoY. Namun menariknya, margin laba kotor dari segmen ini justru meningkat ke 50,2%, mengindikasikan efisiensi yang paling berhasil diterapkan. Sementara itu, segmen Foods and Refreshment lebih resilien dengan penurunan hanya 1% YoY.
Manajemen UNVR masih mempertahankan proyeksi optimistis bahwa hasil dari pembenahan biaya akan terlihat lebih signifikan pada paruh kedua 2025. Namun, kata Edi, pemulihan kinerja yang berkelanjutan baru akan tercapai jika UNVR mampu memperbaiki kinerja penjualan.
“Biaya sudah dibenahi, sekarang saatnya penjualan unjuk gigi. Itu kunci agar pemulihan harga saham bisa lebih dalam dan tahan lama,” tegasnya.
Dengan efisiensi biaya yang mulai membuahkan hasil dan sinyal pemulihan laba yang menjanjikan, tantangan UNVR berikutnya adalah membalikkan tren pendapatan. Hanya dengan kombinasi keduanya, UNVR bisa benar-benar kembali menjadi raksasa konsumer yang disegani di pasar saham.

Amirudin Zuhri
Editor
