Pasar Modal

Digempur Kenaikan Suku Bunga The Fed, Pasar Modal Andalkan Investor Domestik

  • Tekanan pasar modal Indonesia akibat kenaikan suku bunga The Fed bisa teredam oleh banyaknya investor domestik
Merina

Merina

Author

JAKARTA- Kenaikan tingkat suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat The Fed mengakibatkan pasar modal Indonesia mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir.

Tercatat pada penutupan sesi pertama Selasa, 14 Juni 2022 IHSG masih berada di level 6.996 dibawah level psikologis 7.000.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Djustini Septiana mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memiliki langkah-langkah yang akan dilakukan guna mengantisipasi dampak buruk meningkatnya suku bunga The Fed ke pasar modal.

"Dampak kenaikan suku bunga mungkin tidak hanya di pasar modal, sehingga OJK dan Perbankan akan membuat kebijakan  bersama dalam meminimalisasi risiko ekonomi," kata Djustini dalam Media Briefing Selasa, 14 Juni 2022.

Ia menambahkan, kebijakan yang diambil pasar modal tidak akan jauh beda ketika melakukan antisipasi pada awal terjadinya pandemi. Menurutnya, uang masyarakat yang menganggur baiknya ditanamkan di pasar modal. 

"Sehingga produktivitas ekonomi dapat terjaga karena adanya modal dari masyarakat Indonesia sendiri tanpa adanya ketergantungan dari pihak luar," tambah Djustini.

Kabar baiknya, bertambahnya investor domestik yang didominasi kaum milenial ternyata berdampak positif bagi pasar modal. 

Faktanya, sejak 2019 sampai 2022 peningkatan jumlah investor domestik mencapai lebih dari 300%. Penambahan jumlah tersebut didominasi oleh kaum milenial sebanyak 21,83% dan gen Z 59,91%.

Tercatat per 3 Juni 2022, jumlah investor pasar modal telah meningkat 18,66% dari 2021 hingga 8,88 juta investor.

Ia berharap, dengan adanya pertumbuhan jumlah investor pada kaum milenial dan gen Z dapat mempercepat perkembangan pasar modal di Indonesia.