Tren Pasar

Data dan Analisis Harga Emas Antam Hari Ini 24 Juli 2026

  • Update harga emas Antam 24 Juli 2026: Rp2.605.000 per gram, buyback Rp2.345.000. Turun setelah tiga hari naik berturut-turut, dipicu penguatan dolar AS.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Harga emas Antam hari ini, Jumat 24 Juli 2026, turun Rp35.000 per gram menjadi Rp2.605.000 dari Rp2.640.000 kemarin. Harga buyback turun lebih dalam, Rp50.000 per gram, menjadi Rp2.345.000 dari Rp2.395.000.

Penurunan emas hari ini sejalan dengan pergerakan pasar global. Rupiah yang kembali melemah mendekati Rp17.984 per dolar AS memberikan sedikit bantalan — karena emas Antam dihargai dalam rupiah, pelemahan rupiah mengurangi sebagian dampak koreksi harga dolar. 

Tapi tekanan dari sisi global lebih kuat: ekspektasi The Fed yang hawkish dan stabilisasi sementara di Selat Hormuz membuat dolar menguat dan menekan harga emas spot.

Harga Emas Antam Semua Ukuran Hari Ini, Jumat 24 Juli 2026

UkuranHarga JualHarga Buyback
0,5 gramRp1.352.500Rp1.172.500
1 gramRp2.605.000Rp2.345.000
2 gramRp5.155.000Rp4.690.000
5 gramRp12.800.000Rp11.725.000
10 gramRp25.550.000Rp23.450.000
25 gramRp63.750.000Rp58.625.000
50 gramRp127.450.000Rp117.250.000
100 gramRp254.800.000Rp234.500.000
500 gramRp1.270.000.000Rp1.172.500.000
1.000 gramRp2.538.000.000Rp2.345.000.000

Harga berlaku di Butik Logam Mulia. Harga di gerai lain dapat berbeda.

Insight TrenAsia

Spread Hari Ini: Rp260.000 per Gram

Selisih antara harga jual dan buyback hari ini adalah Rp260.000 per gram atau sekitar 9,98 persen. Ini lebih rendah dari spread kemarin yang Rp295.000 — artinya biaya masuk relatif sedikit lebih efisien hari ini. 

Tapi tetap perlu diingat: emas harus naik minimal 10 persen dari harga beli sebelum kamu benar-benar untung kalau menjual lewat Antam langsung.

Konteks: Koreksi Sehat atau Sinyal Balik Arah?

Penurunan Rp35.000 hari ini terjadi setelah tiga hari emas naik berturut-turut sejak Selasa. Ini lebih tepat dibaca sebagai koreksi teknikal jangka pendek daripada sinyal pembalikan tren.

Dua variabel yang paling menentukan arah emas dalam beberapa hari ke depan adalah keputusan RDG BI — yang memilih tahan di 5,75% kemarin, memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga sudah mendekati puncak — dan perkembangan Selat Hormuz yang masih tidak pasti setelah tanker meledak akibat ranjau Iran Rabu lalu.

Kalau ketegangan Selat Hormuz kembali eskalasi, emas punya ruang menguat. Kalau kondisi meredakan lebih lanjut dan dolar AS tetap kuat, tekanan koreksi bisa berlanjut ke pekan depan.

Dari perspektif rupiah, investor emas Indonesia punya satu lapisan perlindungan yang tidak dimiliki investor emas global: pelemahan rupiah secara otomatis menopang harga Antam dalam rupiah. 

Sejak Oktober 2024, rupiah melemah dari Rp15.400 ke Rp17.984 — pelemahan 16,8 persen yang sepenuhnya tercermin dalam harga Antam yang jauh lebih tinggi dari dua tahun lalu meski dalam dolar harga emas sudah terkoreksi dari ATH.