CHED dan Udayana Survei Pemantauan Nasional Harga Jual Rokok 2023, Ini Hasilnya
- Dalam diskusi "Policy Brief dan Pemantauan Nasional Harga Jual Rokok Tahun 2023" di Jakarta, Rabu (13/12/2023) yang digelar oleh Center of Human and Economic Development (CHED) dan Udayana Central, Kepala Udayana Central Putu Ayu Swandewi Astuti meya
Dalam diskusi "Policy Brief dan Pemantauan Nasional Harga Jual Rokok Tahun 2023" di Jakarta, Rabu (13/12/2023) yang digelar oleh Center of Human and Economic Development (CHED) dan Udayana Central, Kepala Udayana Central Putu Ayu Swandewi Astuti meyakini kebijakan menghentikan penjualan rokok eceran menjadi langkah utama dan efektif dalam mencegah tumbuhnya jumlah perokok di kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa tren penggunaan rokok di Indonesia tidak sejalan dengan tren global yang menunjukkan penurunan. Data dari WHO tahun 2018 mencatat bahwa angka kematian akibat rokok mencapai 30%, setara dengan 17,3 juta orang per tahun. Proporsi perokok dewasa di Indonesia, kata dia, menyumbang 50,3% dari perokok dewasa di kawasan Asia Tenggara. Putu menilai bahwa situasi terkait tembakau di Indonesia masih dalam kondisi darurat dan epidemi tembakau mencapai puncaknya. Dalam kesempatan yang sama Mantan Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan yang saat ini menjadi Aktivis Pengendalian Tembakau Lily S Sulistyowati mengatakan bahwa rokok itu harus dikendalikan bukan dilarang. Kemudian, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti mengatakan bahwa strategi baru dalam upaya pencegahan dan pengendalian konsumsi rokok di Indonesia sangat diperlukan. Sementara itu, Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nancy Dian Anggraeni mengatakan selain dampak kesehatan jasmani, merokok juga memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental dan jiwa anak.
