Tren Pasar

BRI Percepat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite, Dukung Ekonomi Kerakyatan

  • BRI percepat transformasi lewat BRIvolution Reignite. Perkuat pendanaan, kredit produktif, dan layanan digital. Hingga kuartal I-2026, aset BRI mencapai Rp2.250 triliun.
WhatsApp Image 2026-07-30 at 08.31.32.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi melalui program BRIvolution Reignite sebagai strategi memperkuat daya saing sekaligus memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mempercepat transformasi melalui program BRIvolution Reignite sebagai strategi memperkuat daya saing sekaligus memperbesar kontribusi terhadap perekonomian nasional. 

Transformasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis perseroan, tetapi juga mendukung pembiayaan sektor produktif, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat peran BRI dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BRI membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah perubahan lanskap industri perbankan yang semakin dipengaruhi digitalisasi, efisiensi pendanaan, dan kebutuhan pembiayaan sektor riil.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi yang dirancang untuk memperkuat fundamental bisnis sekaligus memastikan perseroan tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi bagi masyarakat.

“BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan,” ujar Herry.

Dia menyebut transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BRI untuk menghadirkan value creation yang semakin besar. "Sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia," ucapnya.

Transformasi tersebut dibangun di atas dua pilar utama. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (current account saving account/CASA), pengembangan layanan transaction banking, serta efisiensi biaya dana.

Sementara pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis inti kredit mikro sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui consumer banking dan layanan berbasis digital.

Strategi tersebut sejalan dengan tren industri perbankan yang semakin menitikberatkan pada diversifikasi sumber pendapatan, penguatan dana murah, serta transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Kinerja Keuangan Menguat

Implementasi transformasi mulai tercermin pada kinerja keuangan perseroan sepanjang kuartal I-2026. BRI Group membukukan total aset sebesar Rp2.250 triliun, tumbuh 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun. Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 9,4% secara tahunan menjadi Rp1.555,1 triliun.

Pertumbuhan dana murah turut mendorong efisiensi biaya dana (cost of fund), yang turun dari 2,98% pada kuartal I-2025 menjadi 2,33% pada kuartal I-2026.

Dalam industri perbankan, penurunan cost of fund menjadi indikator penting karena memberikan ruang bagi bank untuk meningkatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sekaligus memperbesar kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif.

Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

Sebagai bank dengan portofolio kredit mikro terbesar di Indonesia, BRI menegaskan transformasi yang dijalankan tetap berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM.

Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar yang menjangkau 869.285 debitur atau 42,68% dari total penerima KUR. Sementara sektor perdagangan menerima pembiayaan kepada 647.440 debitur atau sekitar 32,34%.

Penyaluran tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produktivitas UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. 

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional.

Selain pembiayaan usaha, BRI juga menjadi salah satu bank utama dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Sekitar 97% dari pembiayaan tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.

Sementara itu, hingga pertengahan Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89% dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp12 triliun.

Program tersebut tidak hanya memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga mendukung pengembang perumahan sehingga menciptakan efek berganda terhadap sektor konstruksi, industri bahan bangunan, serta penyerapan tenaga kerja.

Transformasi BUMN untuk Jangka Panjang

Hery menegaskan transformasi yang dijalankan BRI tidak hanya bertujuan meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memastikan pertumbuhan perusahaan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," katanya.

Senada dengan itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai transformasi BUMN harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar upaya memperbaiki kinerja keuangan.

Menurutnya, keberhasilan transformasi akan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan dan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

"Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan," ujar Dony.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa agenda transformasi BUMN, termasuk di BRI, diarahkan untuk membangun perusahaan yang lebih adaptif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi negara, pemegang saham, maupun masyarakat.