Bitcoin Menguat 12 Persen dalam Sepekan, Bisa Tembus US$100.000?
- Data dari K33 Research menunjukkan bahwa minat investor terhadap instrumen derivatif semakin meningkat. Open interest pada kontrak Bitcoin Futures di CME tercatat mencapai 140.000 BTC. Sementara itu, premi kontrak melonjak ke angka 9%, tertinggi sejak Januari 2025, menandakan ekspektasi positif dari pelaku pasar institusional.

Idham Nur Indrajaya
Author


Ilustrasi Trading Bitcoin / Pixabay.com
(Istimewa)JAKARTA - Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatatkan lonjakan harga lebih dari 12%, melampaui angka psikologis US$94.000. Kenaikan tajam ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan kemungkinan pelonggaran tarif terhadap barang-barang impor dari China.
"Tarif terhadap produk China akan dikurangi secara substansial," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih. Meski tidak menyebutkan penghapusan total tarif, pernyataan ini dianggap sebagai sinyal positif oleh pelaku pasar.
Sentimen tersebut langsung memicu reaksi pasar aset berisiko, terutama mata uang kripto, yang dikenal sangat sensitif terhadap perubahan geopolitik dan kebijakan makroekonomi.
- Fachri Albar Ditangkap Polisi Terkait Narkoba, Berikut 8 Film yang Pernah Dibintanginya
- Menggali Potensi Produk Indonesia dan Peluang Pasar Baru di Tengah Sengitnya Perang Tarif
- Lo Kheng Hong Kantongi Rp13,47 Miliar dari Dividen BBRI
Sentimen Bullish Meningkat, Investor Institusi Semakin Aktif
Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebut pernyataan Presiden Trump sebagai pemicu kuat di balik kenaikan harga Bitcoin yang signifikan.
“Pernyataan Trump menjadi katalis kuat bagi lonjakan harga Bitcoin,” ungkap Fyqieh melalui hasil riset yang diterima TrenAsia, Kamis, 24 April 2025. “Namun, investor tetap harus waspada terhadap potensi volatilitas tinggi yang masih membayangi pasar akibat dinamika geopolitik.”
Data dari K33 Research menunjukkan bahwa minat investor terhadap instrumen derivatif semakin meningkat. Open interest pada kontrak Bitcoin Futures di CME tercatat mencapai 140.000 BTC. Sementara itu, premi kontrak melonjak ke angka 9%, tertinggi sejak Januari 2025, menandakan ekspektasi positif dari pelaku pasar institusional.
“Lonjakan premi dan open interest mencerminkan meningkatnya partisipasi institusional,” tambah Fyqieh. “Jika tren ini berlanjut dan didukung oleh arus masuk ke ETF serta stabilitas makroekonomi, kita bisa memasuki fase bull market jangka panjang.”
Kapitalisasi Pasar Bitcoin Lampaui Alphabet dan Amazon
Kenaikan harga Bitcoin juga berdampak pada kapitalisasi pasar yang kini menembus US$1,8 triliun. Angka tersebut mengungguli valuasi dua raksasa teknologi dunia, Alphabet dan Amazon.
Faktor lain yang turut memperkuat reli Bitcoin adalah pelantikan Paul Atkins, tokoh yang dikenal pro-kripto, sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Di sisi lain, arus masuk ke ETF Bitcoin dalam tiga hari terakhir mencapai US$936 juta, menandakan antusiasme investor terhadap aset digital ini.
Puncak reli tercatat pada 23 April 2025, saat harga Bitcoin menyentuh rekor baru di US$94.220. Sejumlah analis memperkirakan bahwa harga masih berpotensi naik hingga US$106.000 dalam waktu dekat, bahkan tak menutup kemungkinan menembus US$180.000 dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Bitcoin Menguat: Momentum Baru untuk Kripto?
Arus Masuk ke ETF Pecahkan Rekor, Pasar Kripto Makin Bergairah
Arus dana ke ETF Bitcoin kembali mencetak rekor baru dengan US$921 juta dalam satu hari, mendorong total kapitalisasi pasar aset kripto melampaui US$3 triliun. Tren kenaikan juga terlihat pada altcoin seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA).
Tak ketinggalan, pasar memecoin pun mengalami lonjakan signifikan. Token TRUMP Resmi—yang populer di kalangan pendukung mantan Presiden AS—melonjak 70% dan diperdagangkan di kisaran US$14,56.
Optimisme Pasar Terkait Hubungan Dagang AS-China
Harapan akan meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China menjadi bahan bakar optimisme pasar. Penurunan tarif dinilai dapat membantu meredam inflasi dan membuka peluang bagi Bank Sentral AS (The Fed) untuk melonggarkan kebijakan suku bunga.
Presiden Trump bahkan secara terbuka telah meminta Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter guna mendukung pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar.
- Bukan di LK21, Layarkaca21 dan LokLok, Berikut Cara Nonton Weak Hero Class 2 dengan Aman
- Sejarah Hari Kartini yang Selalu Diperingati Setiap 21 April
- Kilas Balik Kasus Santara Milik Mardigu Wowiek yang Diangkat Jadi Komisaris Utama BJB
Kripto Tampil Sebagai Aset Andalan di Tengah Ketidakpastian
Meskipun beberapa analis menyebut bahwa harga Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi, banyak yang optimistis bahwa kombinasi faktor-faktor seperti arus masuk institusional, dukungan kebijakan pro-kripto, serta tensi geopolitik yang mereda akan terus mendorong pertumbuhan sektor kripto.
Dalam iklim ketidakpastian global, Bitcoin dan aset kripto lainnya kembali membuktikan diri sebagai salah satu instrumen investasi dengan performa terbaik. Di tengah sorotan terhadap pasar tradisional, kripto tampil sebagai alternatif utama bagi investor yang mencari imbal hasil tinggi dalam jangka menengah hingga panjang.

Amirudin Zuhri
Editor
