Beyoncé Resmi Jadi Miliarder Versi Forbes
- Beyoncé resmi menjadi miliarder, bergabung dengan suaminya, Jay-Z, dan artis-artis seperti Taylor Swift setelah kesuksesan tur Cowboy Carter.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Setelah kesuksesan besar dari Renaissance World Tour dan Cowboy Carter Tour, Beyoncé resmi menjadi seorang miliarder, dengan total kekayaan diperkirakan melampaui US$1 miliar (sekitar Rp16.600.000.000.000).
Pencapaian ini menjadikannya musisi kelima yang berhasil masuk daftar eksklusif orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai angka 10 digit. Beyoncé kini menjadi musisi kelima yang meraih gelar ini, bergabung dengan sang suami Jay-Z, Rihanna, Bruce Springsteen, dan Taylor Swift.
Peraih 35 penghargaan Grammy ini mencapai tonggak sejarah tersebut setelah dua tur globalnya yang paling sukses, termasuk Renaissance World Tour, yang meraup hampir US$600 juta pada 2023. Album tahun 2024, ‘Cowboy Carter,’ mendapat pujian kritis dan memenangkan Grammy pertama untuk kategori Album of the Year.
Tur yang mengikuti perilisan album ini menjadi tur musik dengan pendapatan tertinggi di dunia pada 2025. Produksi selama tiga jam ini menampilkan penampilan tamu dari suami, anak-anak, dan mantan anggota Destiny’s Child.
Tur Cowboy Carter tidak hanya menjadi tur konser dengan pendapatan tertinggi yaitu US$400 juta atau (sekitar 6.670.000.000.000) di 2025, tetapi juga tur country dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Forbes melaporkan bahwa pemenang Emmy ini meraih US$50 juta (sekitar Rp834.000.000) dari penjualan merchandise selama tur stadionnya yang terdiri dari 32 kota.
“Di semua kategori industri hiburan, praktis tidak ada usaha yang lebih menguntungkan daripada seorang musisi yang mampu menjual habis tiket konser di stadion,” tulis Forbes, mencatat bahwa tur konser tersebut mempekerjakan 350 anggota kru, menggunakan peralatan senilai 100 truk semi-trailer, dan membutuhkan delapan pesawat kargo 747 untuk memindahkan pertunjukan dari kota ke kota.

Meski sempat muncul kabar tentang penjualan tiket yang lambat di beberapa lokasi, tur ini tetap memecahkan rekor harga tiket tertinggi di Inggris, mencapai £950 (sekitar Rp18,6 juta) untuk kategori termahal.
Tak hanya dari panggung, ia juga meraih keuntungan besar dari film dokumenter konser solonya yang diputar langsung di jaringan bioskop AMC. Melalui kesepakatan strategis ini, ia berhasil mengantongi hampir setengah dari total pendapatan box office global film tersebut yang mencapai US$44 juta.
Pendapatan tambahan Beyoncé juga berasal dari penampilan spesialnya di acara paruh waktu pertandingan NFL pertama yang di Netflix pada hari Natal, yang diperkirakan menghasilkan US$50 juta (sekitar Rp834.000.000). Selain itu, kontrak iklan dengan merek denim Levi’s dilaporkan menambah kekayaannya sekitar US$10 juta (sekitar Rp166.900.000).
Sebelum pengumuman resmi ini, Forbes pada awal bulan lalu memperkirakan kekayaan bersih Beyoncé sebesar US$800 juta. Berkat performa bisnis dan tur yang luar biasa sepanjang tahun, ia akhirnya resmi melampaui ambang batas miliarder.
Beyoncé Sang Pengusaha Wanita
Dilansir dari Fox56, pada 2010, Beyoncé mendirikan Parkwood Entertainment, yang mengelola hampir seluruh aspek kariernya secara internal, memproduksi semua musik, film dokumenter, dan konser, menurut Forbes.
Perusahaan ini menanggung biaya produksi di muka untuk mendapatkan keuntungan lebih besar di kemudian hari.
“Ketika saya memutuskan untuk mengelola diri sendiri, penting bagi saya untuk tidak bergabung dengan perusahaan manajemen besar,” katanya pada tahun 2013 saat mempromosikan albumnya yang berjudul “Beyoncé.”
Meski Beyoncé telah mengembangkan bisnisnya ke berbagai bidang, seperti merek perawatan rambut Cécred, merek wiski SirDavis, dan lini pakaian Ivy Park yang kini sudah dihentikan, sebagian besar kekayaannya berasal dari kerajaan musiknya, menurut Forbes. Beyoncé mengendalikan hak atas katalog musiknya dan menghasilkan sebagian besar penghasilan dari tur dunia.
Beyoncé memulai kariernya sebagai anggota grup pop Destiny’s Child sebelum berkarier solo pada awal 2000-an. Ia memegang rekor sebagai artis dengan penghargaan dan nominasi Grammy terbanyak dalam sejarah.

Distika Safara Setianda
Editor
