Asing Serbu Saham ANTM Senilai Rp2,75 Triliun, Target Rp3.200 Kian Dekat!
- Dalam empat hari terakhir, harga saham ANTM sudah naik total sebesar 12,94%, melonjak dari harga penutupan Rp2.550 ke level intraday Rp2.880 pada sesi pertama perdagangan hari ini.

Alvin Bagaskara
Author


Nampak antrian pembelian logam mulia ANTAM di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Tangerang Selatan, Sabtu 19 Juni 2021. Anjloknya harga emas selama sepekan membuat masyarakat berlomba untuk membeli. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA - Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terus mengalami kenaikan selama empat hari berturut-turut. Tren penguatan ini semakin mendekati target harga yang diprediksi oleh dua sekuritas besar. Kenaikan harga ini membawa saham ANTM mendekati level tertinggi intraday sejak 20 April 2022.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pada pukul 10.30 WIB, saham ANTM menguat sebesar Rp150 atau 5,49%, mencapai harga Rp2.880. Bahkan, saham ini sempat menembus level tertinggi intraday di angka Rp2.920, menandakan sentimen positif di pasar.
Dalam empat hari terakhir, harga saham ANTM sudah naik total sebesar 12,94%, melonjak dari harga penutupan Rp2.550 ke level intraday Rp2.880 pada sesi pertama perdagangan hari ini. Kenaikan ini menunjukkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan.
- Minyak Rusia Masuk Indonesia, Impor Tetap Patuhi Aturan OFAC AS
- Kebocoran Data dan Rekening Dormant: Target Empuk Sindikat Judi Online
- Sinergi Jadi Kunci Transformasi Ekonomi di Tengah Ancaman Deindustrialisasi dan Minimnya Inovasi
Sebagai catatan, harga tertinggi saham ANTM sepanjang masa tercatat di Rp4.450 pada tanggal 29 November 2007. Sedangkan harga penutupan tertinggi berada di angka Rp4.240 yang terjadi sehari sebelumnya pada 28 November 2007, sebagai referensi historis penting.
Selain mengalami penguatan harga, saham ANTM masih menjadi incaran utama investor asing dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan data BEI, pembelian bersih (net buy) saham ANTM oleh investor asing mencapai Rp2,75 triliun selama sebulan terakhir.
Hal ini menempatkan ANTM sebagai saham yang paling banyak diborong oleh investor asing dalam periode waktu satu bulan tersebut, mencerminkan kepercayaan mereka terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa depan.
Estimasi Kinerja Keuangan ANTM
Mengenai target harga, RI Danareksa Sekuritas baru saja merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp2.500 menjadi Rp3.000. Rekomendasi beli tetap dipertahankan oleh analis Naura Reyhan Muchlis dan Timothy Wijaya dari BRI Danareksa Sekuritas.
Revisi target harga tersebut didorong oleh lonjakan kinerja keuangan kuartal I-2025, bersamaan dengan kenaikan pesat harga emas. Margin keuntungan bisnis emas perusahaan meningkat dari 6% menjadi 7%, menjadi faktor utama dalam revisi positif ini.
Karena faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik target laba bersih ANTM tahun ini, dari sebelumnya Rp5,31 triliun menjadi Rp6,50 triliun. Prediksi pendapatan juga dinaikkan dari Rp74,43 triliun menjadi Rp79,18 triliun sesuai proyeksi terbaru.
Sebelumnya, Verdhana Sekuritas juga melakukan revisi naik terhadap target laba bersih ANTM, dari Rp4,34 triliun menjadi Rp6,02 triliun. Pada 2024, laba bersih yang direalisasikan mencapai Rp3,64 triliun, menandai pertumbuhan yang signifikan.
Selain itu, pendapatan emiten tambang plat merah ini pun diperkirakan meningkat, direvisi dari Rp78,07 triliun menjadi Rp98,35 triliun, menunjukkan optimisme terhadap kinerja keuangan ANTM yang terus membaik di tahun berjalan.
Seiring dengan revisi kinerja tersebut, Verdhana Sekuritas menaikkan target harga saham ANTM dari Rp2.100 menjadi Rp3.200. Penyesuaian ini didasarkan pada perkiraan EV/EBITDA sebesar 8 kali dan rasio PE sekitar 12,8 kali untuk tahun ini.
Target harga baru ini mencerminkan valuasi yang lebih optimis, didukung oleh kinerja fundamental yang kuat serta prospek harga komoditas emas yang semakin menguntungkan bagi perusahaan.

Amirudin Zuhri
Editor
