Nasional & Dunia

Masa Depan FinTech dalam Industri Keuangan Besar

  • Infrastruktur digital publik, dari sistem identitas nasional hingga arsitektur perizinan nasional, adalah fondasi penting bagi semua negara di era digital. Hal ini memungkinkan pemerintah, bisnis, startup, dan warga negara untuk melakukan transaksi keuangan dengan sistem pembayaran mobile. Hal itu juga termasuk pembukaan rekening perbankan, dan informasi non-keuangan seperti layanan kesehatan dengan lancar dan efisien.

Ilustrasi FinTech di ASEAN

Ilustrasi FinTech di ASEAN

(Istimewa)

Jakarta-Infrastruktur digital publik, dari sistem identitas nasional hingga arsitektur perizinan nasional, adalah fondasi penting bagi semua negara di era digital. Hal ini memungkinkan pemerintah, bisnis, startup, dan warga negara untuk melakukan transaksi keuangan dengan sistem pembayaran mobile.

Selain itu itu juga termasuk pembukaan rekening perbankan, dan informasi non-keuangan seperti layanan kesehatan dengan lancar dan efisien.

Singapura, India dan Estonia adalah contoh maju dari negara-negara yang merangkul teknologi digital melalui penyediaan infrastruktur digital nasional. Untuk negara-negara yang telah menggunakan pendekatan infrastruktur digital ini, peluang untuk menghubungkan masing-masing sistem sangat besar.

Singapura dan India baru-baru ini berkolaborasi untuk mengeksplorasi layanan bagi konsumen dan bisnis. Hal ini dimaksudkan agar dapat bertransaksi secara real time melalui kemitraan sektor publik dan swasta.

Sopnendu Mohanty Chief FinTech Officer Monetary Authority of Singapore (MAS) mengatakan, semakin banyak infrastruktur digital yang dikembangkan. Hal ini menjadikannya peluang untuk interoperabilitas yang lebih besar dan penggunaan platform lintas batas akan menjadi hidup.

“Contoh riil dari kemitraan publik dan swasta yang memfasilitasi eksperimen lintas batas adalah APIX. Platform API Exchange ini diluncurkan oleh MAS, IFC Bank Dunia dan Asosiasi Bankir ASEAN. APIX adalah pasar API dan platform sandbox lintas batas. APIX memiliki arsitektur terbuka yang pertama di dunia untuk kolaborasi FinTech dengan Lembaga Keuangan,” jelas Mohanty.

“Sektor FinTech telah tumbuh secara eksponensial di Asia Tenggara dengan produk dan layanan digital baru. Layanan baru ini juga ditawarkan oleh lembaga keuangan konvensional,” lanjut Mohanty. “Gelombang baru lisensi perbankan digital di seluruh Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APAC) semakin memacu inovasi. Hal ini juga menambah suntikan investasi modal ventura di kawasan ini,” tutupnya.

Investasi ke perusahaan-perusahaan FinTech yang berkantor pusat di Singapura melebihi SGD 1 miliar untuk periode Q1 – Q3 2019. Pembuat kebijakan di sektor keuangan memainkan peran kunci dalam mendukung kegiatan ini. Namun, masih banyak yang harus dilakukan untuk mengimbangi teknologi dan inovasi. Langkah selanjutnya memastikan perkembangan ini mengarah pada ekonomi digital yang lebih inklusif.

FinTech telah mengkatalisasi transformasi digital dari sektor keuangan. Di mana infrastruktur digital publik dapat membantu negara meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan sosial dengan menyediakan layanan digital, baik finansial dan non finansial yang efisien, terjangkau, dan cepat.

Tags: