Ingin Tahu Kekuatan Imun Anda Melawan Corona? Bisa Cek di Prodia
JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk menghadirkan layanan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus COVID-19. Pemeriksaan ini berfungsi sebagai baseline kuantitatif antibodi terhadap virus corona jenis baru tersebut guna mengevaluasi respons imun individu terhadap virus SARS-CoV-2. Sehingga, memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun individu terhadap virus dari waktu […]

Drean Muhyil Ihsan
Author


Ilustrasi layanan laboratorium Prodia. / Prodia.co.id
(Istimewa)JAKARTA – PT Prodia Widyahusada Tbk menghadirkan layanan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif (Spike-Receptor Binding Domain/Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus COVID-19.
Pemeriksaan ini berfungsi sebagai baseline kuantitatif antibodi terhadap virus corona jenis baru tersebut guna mengevaluasi respons imun individu terhadap virus SARS-CoV-2.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Sehingga, memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun individu terhadap virus dari waktu ke waktu dalam bentuk numerik.
Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty mengatakan, pemeriksaan ini bertepatan pada fase vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen perseroan untuk terus berkontribusi dalam menanggulangi virus jahat asal Wuhan, China ini.
“Dengan adanya pemeriksaan ini, seseorang dapat mengetahui dan memeriksa titer antibodi terhadap virus penyebab COVID-19,” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip Minggu 30 Januari 2021.
Ia menjelaskan, titer antibodi yang diperiksa adalah antibodi terhadap protein khusus dari virus yaitu spike-RBD. Antibodi terbentuk tidak hanya oleh vaksinasi, tetapi infeksi alami yang juga memicu tubuh membentuk antibodi.
Oleh karena itu, sambung Dewi, pemeriksaan ini juga dapat dimanfaatkan oleh seseorang yang pernah didiagnosis COVID-19 untuk melihat seberapa besar titer antibodi.
Perbedaan Jenis Pemeriksaan
Adapun perbedaan dengan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kualitatif terletak pada target protein yang digunakan. Anti SARS-CoV-2 Kualitatif mendeteksi antibodi terhadap protein Nucleocapsid (N). Sedangkan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif mendeteksi antibodi terhadap protein Spike-RBD.
Receptor binding domain (RBD) protein Spike (S) SARS-CoV-2 digunakan oleh virus untuk masuk ke dalam sel manusia melalui ikatan dengan reseptor ACE-2.
Dengan terbentuknya antibodi terhadap protein S-RBD pada seseorang maka apabila ada virus SARS-CoV-2 masuk antibodi ini akan melakukan ”blocking” terhadap masuknya virus sehingga virus tidak dapat menginfeksi sel dan bereplikasi.
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif adalah Electro Chemiluminescence Immunoassay (ECLIA) yang menggunakan protein rekombinan mewakili RBD antigen S.
Hal itu mengukur untuk antibodi spesifik dengan afinitas tinggi terhadap SARS-CoV-2 secara kuantitatif dalam serum pasien dengan satuan U/ml (1 U/ml setara dengan 0,972 BAU/ml satuan standar internasional dari WHO).
Disarankan untuk Penyintas COVID-19
Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif disarankan bagi penyintas COVID-19 atau orang yang pernah terinfeksi COVID-19, pasien pasca vaksinasi COVID-19, dan terapi plasma konvalesen (skrining pendonor dan pemantauan resipien).
Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif dilakukan umumnya 14 hari setelah dosis vaksin terakhir
diberikan sudah terjadi serokonversi, lalu secara berkala setiap 3-6 bulan.
Untuk penyintas, pemeriksaan dilakukan secara berkala 3-6 bulan. Sementara, pemeriksaan juga dilakukan terhadap individu sebelum memberikan donor plasma konvalesen.
Product Manager Prodia, Dr. Trilis Yulianti mengatakan, harapannya antibodi dapat bertahan selama satu tahun. Namun, katanya, berdasarkan sejumlah studi menyatakan lama bertahannya antibodi terhadap SARS-CoV-2 dalam tubuh berbeda-beda.
“Sehingga disarankan dilakukan pemeriksaan anti SARS-CoV-2 kuantitatif pada bulan pertama sejak dosis vaksin terakhir dan secara berkala 3-6 bulan sekali untuk mengetahui titernya,” tutur Trilis.
Sebagai informasi, pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif ini tersedia sejak tanggal 25 Januari 2021, dan dapat dilayani dI semua cabang Prodia di seluruh Indonesia.
