Nasional & Dunia

Hanya Reksa Dana Pendapatan Tetap Mampu Kalahkan Indeks Acuan pada Triwulan I 2019

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi satu-satunya jenis reksa dana yang secara rata-rata mampu mengalahkan indeks acuannya. Kinerja produk sejenis lainnya berada di bawah benchmark  pada triwulan I 2019. Data Infovesta Utama mencatat indeks RDPT yang merepresentasikan seluruh produk reksa dana (secara rata-rata) tersebut tumbuh 2,99 persen pada sepanjang tiga bulan awal 2019.  Angka pertumbuhan tersebut mengalahkan […]

trenasia

trenasia

Author

<p>ilustrasi: TA</p>

ilustrasi: TA

(Istimewa)

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) menjadi satu-satunya jenis reksa dana yang secara rata-rata mampu mengalahkan indeks acuannya. Kinerja produk sejenis lainnya berada di bawah benchmark  pada triwulan I 2019.

Data Infovesta Utama mencatat indeks RDPT yang merepresentasikan seluruh produk reksa dana (secara rata-rata) tersebut tumbuh 2,99 persen pada sepanjang tiga bulan awal 2019. 

Angka pertumbuhan tersebut mengalahkan indeks acuan (benchmark)nya yaitu gabungan antara Indeks Surat Utang Negara dengan Indeks Obligasi Korporasi (komposisi 50:50) yang tumbuh 2,35 persen pada periode sama.

Maka Infovesta menyebut produk RDPT merupakan paling perkasa sampai Maret 2019. Dari total 313 produk dalam indeks RDPT, sebesar 57,51 persen di antaranya tetap berhasil mengalahkan kinerja acuan yang diberi nama Infovesta Fixed Income Fund Index.

Secara rinci, dilihat dari kinerja per produk RDPT, produk PNM Dana Sejahtera II merupakan juara di kelompoknya dengan pertumbuhan sebesar 26,67 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan para pesaingnya.

sumber: Infovesta Utama

Meski begitu, pertumbuhan tertinggi jika dilihat dari kinerja per produk masih ada di deretan produk reksa dana saham. Juaranya adalah Mandiri Investa Equity Movement yang kinerjanya naik 61,76 persen.

Posisi kedua di kategori reksa dana saham ditempati BNI-AM Dana Saham Syariah Musahamah yang memberikan return sebesar 20,65 persen diikuti Insight Nusantara Equity Fund I Nusantara sebesar 16,84 persen.

sumber: Infovesta Utama

Hanya saja, secara rata-rata, indeks reksa dana saham masih kalah kinerjanya dibandingkan indeks acuannya yaitu indeks harga saham gabungan (IHSG). Sepanjang tiga bulan awal tahun ini IHSG tumbuh sebesar 4,43 persen sedangkan indeks reksa dana saham hanya naik 1,43 persen.

Begitu juga indeks reksa dana campuran yang naik 3,33 persen pada periode sama. Tumbuh di bawah indeks benchmark-nya yaitu gabungan IHSG dengan indeks surat utang Negara (komposisi 50:50) yang naik 3,79 persen.

Sedangkan indeks reksa dana pasar uang tumbuh 1,29 persen. Sedikit di bawah angka acuannya yaitu LPS yang naik 1,37 persen pada triwulan pertama 2019.

Sejauh ini, alat ukur kesuksesan sebuah produk reksa dana adalah angka indeks acuannya. Semakin tinggi pertumbuhan sebuah reksa dana di atas benchmark maka dinilai semakin positif. 

Artinya, perusahaan Manajemen Investasi (MI)nya piawai dalam meracik produk dan membaca situasi pasar.(*)

Tags: Headline