Nasional & Dunia

Cuti Bersama Dicabut, 153.000 Kendaraan Tetap Tinggalkan Jabodetabek dalam Sehari

  • JAKARTA – Pembatalan buti bersama peringatan Isra Mikraj rupanya tidak dapat membendung masyarakat Jabodetabek keluar daerah. PT Jasa Marga Tbk menghimpun, sebanyak 153.985 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada Rabu 10 Maret 2021, atau sehari sebelum libur Isra Mikraj 1442 H,. “Total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek naik 24,09% jika dibandingkan normal. Untuk distribusi lalu […]

<p>Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jagorawi, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Tol Jagorawi, Rabu, 28 Oktober 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Pembatalan buti bersama peringatan Isra Mikraj rupanya tidak dapat membendung masyarakat Jabodetabek keluar daerah. PT Jasa Marga Tbk menghimpun, sebanyak 153.985 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek pada Rabu 10 Maret 2021, atau sehari sebelum libur Isra Mikraj 1442 H,.

“Total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek naik 24,09% jika dibandingkan normal. Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 72.408 kendaraan menuju arah timur, 47.460 kendaraan menuju arah barat dan 34.027 kendaraan menuju arah selatan,” ungkap Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Kamis 11 Maret 2021.

Data tersebut dihimpun dari arus lalu lintas Gerbang Tol Utama, antara lain Tol Cikupa untuk menuju arah Barat, Tol Ciawi untuk menuju ke arah Selatan, Tol Cikampek Utama, dan Kalihurip Utama yang jadi akses keluar ke arah timur.

Kenaikan volume kendaraan tercatat terjadi di semua gerbang tol jika dibandingkan hari normal. Arus lalu lintas  menuju arah timur dari Gerbang Tol Cikampek Utama naik 44,86% menjadi 39.172 kendaraan, sementara kendaraan dari Gerbang Tol Kalihurip Utama 1 alami 35,96% kenaikan dengan total kendaraan mencapai angka 33.236.

Pantauan Jasa Marga di Gerbang Tol Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak yang jadi akses menunju arah barat naik 6,62% menjadi 47.460 kendaraan. Sementara itu, kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari Gerbang Tol Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi menuju arah selatan mengalami lonjakan 21,45% menjadi 34.027 kendaraan.

Pemangkasan Cuti

Lonjakan kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek ini padahal telah coba diredam dengan memangkas cuti bersama peringatan Isra Miraj tahun 2021. Secara keseluruhan, pemerintah memangkas cuti bersama tahun 2021 dari tujuh hari menjadi dua hari saja.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani tiga menteri, antara lain menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Keputusan ini diambil untuk mencegah mobilitas masyarakat demi menurunkan kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Dalam SKB tersebut, cuti bersama yang dipertahankan ialah cuti Hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah pada 12 Mei dan Cuti Hari Raya Natal 24 Desember 2021. Dengan demikian, cuti bersama yang dihilangkan pemerintah di tahun 2021 ini meliputi cuti bersama peringatan Isra Mikraj pada 12 Maret, cuti bersama Idul Fitri pada 17 hingga 18 Mei, dan cuti bersama natal 27 Desember 2021.

Tren Kenaikan Kasus Corona dari Libur Bersama

Satgas Penanganan COVID-19 sendiri telah mewaspadai adanya tren kenaikan kasus positif COVID-19 pasca libur nasional. Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan, kenaikan kasus positif COVID-19 pasca liburan biasa terjadi 10-14 hari setelah libur panjang.

“Terdapat poin waktu di mana terjadi kenaikan yang siginifikan, dari jumlah kasus aktif mau pun jumlah kasus positif harian COVID-19. Dan ini terjadi dalam jumlah yang sangat tinggi (saat libur panjang),” kata Dewi seperti dikutip dalam siaran Youtube BNPB Indonesia 11 Maret 2021.

Dewi pun membeberkan, kelompok usia yang paling banyak terpapar Covid-19 di Indonesia saat ini berada di kalangan usia produktif. Lebih lanjut, kasus terkonfirmasi COVID-19 dari rentang usia 6 hingga 45 tahun mencapai 55,07% dari keseluruhan.

Total kasus terkonfirmasi COVID-19 di dunia hingga Jumat 12 Maret 2021 pagi ini menurut data Worldometers 119 juta kasus.  Sementara itu, data terakhir pada Kamis 11 Maret 2021 menunjukan kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.403.722 kasus. Sebanyak 87,24% atau 1.224.603 di antaranya dinyatakan sembuh dan 38.049 atau 2,71% pasien telah meninggal dunia.