Menguji Optimisme OJK Jaga Keberlangsungan Sektor Jasa Keuangan
- Narasi optimisme muncul dari pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga keberlangsungan sektor jasa keuangan.

Drean Muhyil Ihsan
Author


JAKARTA – Narasi optimisme muncul dari pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga keberlangsungan sektor jasa keuangan menyusul tingginya dukungan permodal serta likuiditas yang solid.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan bahwa kondisi ini ditopang oleh pemulihan ekonomi global. Hal tersebut terlihat dari membaiknya pertumbuhan ekonomi negara maju, terutama Amerika Serikat (AS).
Pada kuartal II-2023, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam mencapai 2,24%. Capaian itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan proyeksi (forecast) Bank Sentral AS (the Fed) sebelumnya dengan nilai pertumbuhan 1% sepanjang 2023.
“Solidnya permodalan dan likuiditas memadai menjadi kunci stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 3 Agustus 2023.
- Tunggu Income Stabil, RMK Energy (RMKE) Belum Transisi Energi
- Jokowi Minta Warga Maklumi Kekurangan LRT Jabodebek
- Cara Mudah Ubah Smartphone Android dan iPhone Jadi Remote TV
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) memiliki proyeksi sendiri soal pertumbuhan ekonomi global, yakni sekitar 2,7%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya pada 2,6% menyusul sejumlah sentimen positif yang mendorong pemulihan ekonomi dunia pascapandemi.
Selain itu, lanjut Mahendra, stimulus positif juga muncul dari siklus kenaikan suku bunga the Fed yang diperkirakan akan mendekati akhir, akibat Bank Sentral AS meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).
"Seperti kita ketahui kondisi ini mendorong penguatan pasar saham dan nilai tukar global serta aliran masuk ke mayoritas pasar keuangan negara-negara berkembang," jelasnya.
- Tol Bocimi Bakal Pangkas Waktu Tempuh Jakarta-Sukabumi Menjadi 2,5 Jam
- Xiaomi Redmi 12 Rilis, Intip Harga dan Spesifikasinya
- Masyarakat Pers Minta Jokowi Cari Jalan Terbaik Soal Publisher Rights
Di dalam negeri, pemerintah masih menyatakan kekhawatiran adanya perlambatan ekonomi global serta kondisi geopolitik yang memanas dapat memengaruhi perekonomian Indonesia, sehingga peran APBN dianggap sangat krusial untuk melindungi kesejahteraan rakyat.
“Namun, ketidakpastian ekonomi global tetap menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan.T ekanan inflasi yang masih tinggi di negara-negara maju seperti eropa berpotensi mendorong kenaikan suku bunga kebijakan moneter, termasuk juga di AS,” dikutip dari laman resmi Kemenkeu.

Drean Muhyil Ihsan
Editor
