Nasional & Internasional

Pendapatan Anjlok 25,18 Persen, Indika Energy (INDY) Rugi Rp1,49 Triliun

  • Emiten tambang PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat rugi bersih US$103,45 juta atau setara Rp1,49 triliun sepanjang pandemi 2020.

JAKARTA – Emiten tambang PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat rugi bersih US$103,45 juta atau setara Rp1,49 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS) sepanjang pandemi 2020.

Angka ini berbanding terbalik dari capaian tahun sebelumnya, di mana perseroan membukukan laba bersih hingga US$4,99 juta atau sekitar Rp71,89 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 5 April 2021, INDY mencatat pendapatan sebesar US$2,08 miliar pada tahun lalu atau anjlok 25,18% year-on-year (yoy) dari US$2,78 miliar pada 2019.

Padahal, beban pokok kontrak dan penjualan INDY mengalami penurunan sebesar 22,88% secara tahunan dari US$2,36 miliar menjadi US$1,82 miliar. Pos beban pajak finansial memberikan kontribusi penuran terbesar dari US$19,69 juta pada 2019, menjadi hanya US$9,18 juta pada tahun lalu.

Di sisi lain, liabilitas lancar perseroan susut menjadi US$707,71 juta dari US$711,41 juta pada tahun 2019. Sedangkan, liabilitas tidak lancar naik dari secara tahunan dari US$1,86 miliar menjadi US$1,92 miliar pada tahun 2020.

Jika diakumulasi, total kewajiban INDY naik 2,33% yoy menjadi US$2,63 miliar pada akhir Desember 2020, dari tahun sebelumnya US$2,57 miliar. Adapun ekuitas perseroan menipis 17,07% yoy dari US$1,05 miliar menjadi hanya US$867,30 juta.

Sementara itu, perseroan sukses melakukan penghematan yang dibuktikan dengan peningkatan kas dan setara kas sebesar 14,52% yoy menjadi US$651,19 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$568,63 juta. Total aset pun menciut 3,59% yoy dari US$3,62 miliar menjadi US$3,49 miliar.

Di pasar modal, saham INDY ditutup menguat 0,34% ke level harga Rp1.465 per lembar pada akhir sesi perdagangan Senin, 5 April 2021. Kapitalisasi perseroan saat ini tercatat senilai Rp7,63 triliun.(RCS)