PEN dan PSBB Transisi jadi ‘Vaksin’ Industri Manufaktur
- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim mulai membaiknya kinerja industri manufaktur pada kuartal III-2020 didorong oleh program...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengklaim mulai membaiknya kinerja industri manufaktur pada kuartal III-2020 didorong oleh program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.
Meskipun masih dalam tekanan berat, data Prompt Manufacturing Index-Bank Indonesia (PMI-BI) menunjukkan indeks manufaktur Indonesia pada kuartal III-2020 sebesar 44,91%, naik dibanding kuartal II-2020 yakni 28,55%.
“Tujuan kebijakan PEN yang diluncurkan oleh pemerintah memang diarahkan guna melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat,” kata Agus dalam keterangan resmi, Kamis, 15 Oktober 2020.
- Didominasi Generasi Milenial, Ini Strategi BRI Optimalkan Karyawan Saat Pandemi
- PEN dan PSBB Transisi jadi ‘Vaksin’ Industri Manufaktur
- BRIS-BNIS-BSM Merger, Buka Peluang Bisnis di Kancah Global
- Seleksi Super Ketat, Pengajar Apresiasi Program Guru Penggerak
- Perusahaan Asal Hong Kong Borong Saham MNC Group Milik Hary Tanoe
Menurut Agus, capaian positif tersebut ditopang oleh seluruh subsektor industri yang membaik kinerjanya pada periode yang sama. Dalam laporan BI, volume produksi meningkat dengan indeks 45,35%, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar 25,36%.
Peningkatan indeks volume produksi sejalan dengan peningkatan permintaan setelah pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak awal Juli 2020. Pada kuartal IV-2020, volume produksi diproyeksi terus membaik sejalan dengan ekspektasi aktivitas industri yang membaik.
Permintaan Mulai Naik
Dalam publikasinya, BI juga mencatat volume pesanan barang input di sektor industri manufaktur meningkat. Posisi itu berada dalam fase ekspansi pada kuartal III-2020. Volume itu memiliki indeks 50,55%, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya 28,95%.
“Peningkatan ini terjadi di seluruh subsektor industri pengolahan, terutama subsektor industri makanan, minuman dan tembakau.”
Meningkatnya volume pesanan barang input juga sejalan dengan pemberlakuan PSBB transisi. Alhasil, PSBB transisi mendorong peningkatan aktivitas perekonomian dan kinerja di sektor industri pengolahan, termasuk untuk mempersiapkan produksi pada kuartal IV-2020.
Bahkan, jumlah tenaga kerja di sektor industri juga membaik. Meskipun memang masih terkontraksi 41,03% atau lebih tinggi dibandingkan 31,84% pada kuartal II-2020. Pada kuartal IV-2020, penggunaan tenaga kerja di sektor industri pengolahan diperkirakan melonjak seiring peningkatan volume produksi. (SKO)
