Pandemi Dorong Transaksi Digital di Indonesia Maju 4 Tahun
- JAKARTA – Tak ada yang menyangkal jika pandemi COVID-19 mengubah banyak lanskap perekonomian dunia, termasuk mempercepat transformasi digital di Indonesia....

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Tak ada yang menyangkal jika pandemi COVID-19 mengubah banyak lanskap perekonomian dunia, termasuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.
Hal ini terbukti dengan hasil riset dari Visa Consumer Payment Attitudes. Studi itu menemukan bahwa COVID-19 mengakselerasi masyarakat nontunai di Indonesia menjadi 2026, empat tahun lebih awal dari estimasi sebelumnya yakni 2030.
- BI Longgarkan LTV/FTV dan DP Nol Persen untuk KPR dan Kendaraan
- Viral Ancaman Debt Collector Karena Utang Teman, Satgas Waspada Investasi Imbau Korban Lapor Polisi
- Buset! Erick Thohir Bongkar 159 Kasus Korupsi Sejak Menjadi Menteri BUMN
“Pandemi membuat keamanan pribadi dan higiene pembayaran menjadi prioritas utama yang telah mendorong banyak konsumen Indonesia untuk beralih ke pembayaran nontunai dan mempertimbangkan pembayaran nirsentuh,” kata Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia dalam keterangan resmi, Kamis, 25 Februari 2021.
Dengan kekhawatiran yang tinggi akan keamanan tersebut, 6 dari 10 konsumen Indonesia membawa lebih sedikit uang tunai, di mana jumlah ini merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Pembayaran nirsentuh juga diminati oleh banyak orang dan dianggap sebagai penyebab utama terjadinya penurunan pembayaran tunai. Terlepas dari fakta banyaknya konsumen mengurangi intensitas belanja tatap muka.
“Studi kami menyoroti bagaimana keamanan pribadi dan digital-first commerce akan tetap menjadi tren bahkan setelah pandemi COVID-19 berakhir, di mana masyarakat akan menggunakan lebih sedikit uang tunai dan lebih sering berbelanja online di marketplace besar,” tambah Riko.
Untuk itu, Riko mengatakan Visa berkomitmen untuk mendukung sektor pembayaran yang semakin lancar, aman, dan terjaga di Indonesia. Sebab, kondisi tersebut merupakan sebuah fondasi inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
