Tren Ekbis

OPEC+ Pangkas Produksi, Harga Minyak Melesat

  • JAKARTA – Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan sekutunya (OPEC+) resmi memangkas produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) mulai Mei...
<p>Sumber: middleeastmonitor.com</p>

Sumber: middleeastmonitor.com

(Istimewa)

JAKARTA – Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan sekutunya (OPEC+) resmi memangkas produksi minyak sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd) mulai Mei sampai Juni 2020.

Selanjutnya, OPEC+ akan menurunkan pemangkasan menjadi 7,7 juta bpd pada bulan Juni – Desember 2020. Kemudian berangsur turun mulai Januari 2020 sampai kuartal I 2022 akan dipangkas sebanyak 5,8 juta bpd.

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ed Morse, Kepala Komoditas Global City, dilansir dari CNBC International, Senin 13 April 2020.

Oleh karenanya, minyak mentah terpantau melesat pagi ini. Harga minya mentah Futures naik lebih dari 4,5%. Minyak Brent naik 4,67% ke level US$32,95/ barel. Selain itu, minyak West Texas Intermediete (WTI) melonjak 5,8% ke level US$24,08/ barel.

Pemangkasan berperan penting untuk mendongkrak harga minya mendah ke level US$40/ barel pada akhir 2020. Keputusan yang sempat alot antara Arab Saudi dan Rusia ini ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) yang menjadi mediator dua negara tersebut.

Kesepakatan ini akhirnya bulat setelah OPEC+ menggelar rapat virtual panjang selama empat hari berturut-turut, setelah sempat tertunda pelaksanaannya. Sebelumnya, OPEC+ berencana untuk memangkas produksi minyak sebanyak 10 juta bpd, namun akibat Meksiko mengajukan keberatan atas jatak pemangkasan produksi minyak negaranya sebsar 400 ribu bpd, akhirnya Meksiko menyanggupi pemangkasan sebanyak 100 ribu bpd.

Pengamat Rystad Energy Per Magnus Nysveen mengatakan keputusan untuk memangkas produksi minyak ini merupakan kabar baik bagi pasar minyak mentah dunia.

“Setidaknya, ini bisa menjadi bantuan sementara untuk industri energi dan ekonomi global,” katanya pada CBNC International.