Obligasi Mandala Finance Dapat Rating idA dari Pefindo
- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA kepada Obligasi Berkelanjutan III Tahap I-2018 Seri B Rp150 miliar dan Obligasi...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat idA kepada Obligasi Berkelanjutan III Tahap I-2018 Seri B Rp150 miliar dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I-2020 Rp150 miliar PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance).
Melansir dari publikasi Pefindo, Kamis 6 Mei 2021, kedua obligasi Mandala Finance memiliki jatuh tempo masing-masing pada 5 Juli dan 16 Juli 2021.
Pefindo melihat, kesiapan perseroan untuk melunasi obligasi tersebut didukung oleh dana kas dan setara kas sebesar Rp327 miliar per Maret 2021.
Faktor selanjutnya yakni penerimaan angsuran atas piutang pembiayaan sekitar Rp420 miliar per bulan.
Peringkat yang disematkan ini mengindikasikan kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan dengan obligor lain terbilang kuat.
- Mantap! BUMN-LG Teken HoA Bangun Industri Baterai Rp142 Triliun
- Kasus Prostitusi di Apartemen Marak, Dilarang Sewa Harian dan Per Jam
- Anak Usaha Telkom Suntik Pendanaan Seri C untuk Start Up Cermati
- Masuk Daftar Investasi Ilegal, ARA Hunter Angkat Suara
- Kinerja Keuangan 2020 Solid, Alfamidi Bagikan Dividen Rp60 Miliar
Kendati begitu, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi.
Sebagai informasi, Mandala Finance adalah perusahaan pembiayaan yang memberikan pembiayaan untuk motor baru dan bekas.
Pemegang saham mayoritas Mandala Finance adalah PT Jayamandiri Gemasejati, dan perusahaan afiliasinya, PT Lautan Teduh Interniaga, merupakan agen penjual Yamaha di Jawa Barat dan Lampung.
Mandala Finance tidak hanya membiayai motor Yamaha saja, namun juga merek-merek lain seperti Honda dan Suzuki. Per 31 Desember 2020, Mandala Finance dimiliki oleh PT Jayamandiri Gemasejati 70,42%, Alex Hendrawan 5,06%, dan publik 24,52%. (RCS)
