Nasional

Terapkan Aspek Kesetaraan Gender, Wanita Ini Jadi Pelaut Pertama di Kapal LNG

  • Kesetaraan gender menjadi salah satu poin penting yang diperhatikan oleh para perusahaan terkemuka Tanah Air dalam menjalankan kegiatan usahanya agar sejalan dengan aspek keberlanjutan.
Triputra GTSI.jpg
Kapal pengangkut liquid natural gas (LNG) Triputra milik PT GTS Internasional Tbk (GTSI). (gtsi.co.id)

JAKARTA - Kesetaraan gender menjadi salah satu poin penting yang diperhatikan oleh para perusahaan terkemuka Tanah Air dalam menjalankan kegiatan usahanya agar sejalan dengan aspek keberlanjutan.

Hal tersebut nyatanya juga menjadi perhatian bagi perusahaan dalam negeri yang bergerak di segmen distribusi energi yakni PT GTS Internasional Tbk (GTSI) dengan hadirnya seorang pelaut wanita di kapal gas alam cair atau LNG (Liquified Natural Gas).

Wanita pertama yang bekerja di kapal LNG milik GTSI tersebut bernama Angelina Sabila Janna, seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang direkrut oleh PT MCS Internasional (MCSI), perusahaan lain dibawah naungan Grup Humpuss.

Angelina membeberkan sederet alasan mengapa dirinya tertarik pada dunia perkapalan, terlebih kapal pengangkut LNG yang umumnya jarang diminati kaum hawa.

“LNG carrier (kapal pengangkut LNG) adalah kapal yang memiliki sistem permesinan sangat kompleks dan terhubung satu dengan yang lainnya. Di sini saya berkesempatan untuk bisa mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat untuk jenjang karir ke depannya,” kata Angelina kepada TrenAsia dikutip Rabu, 25 Januari 2023.

Ia tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang engineer kapal LNG wanita pertama. Dirinya pun tak memungkiri bahwa banyak pelajaran dan ilmu bermanfaat yang didapat untuk pengembangan kariernya ke depan.

Dalam suatu kesempatan, Angelina tak segan membagikan pengalaman unik yang didapat ketika tengah berlayar bersama awak kapal lain yang kebanyakan didominasi oleh pria.

“Mereka (pria) kadang tidak tega untuk membiarkan saya melakukan pekerjaan berat di kamar mesin. Padahal saya senang melakukannya. Itu juga sekaligus membuktikan kalau saya mampu menjadi seorang engineer kapal yang andal seperti yang lainnya,” tambahnya lagi.

Angelina turut menceritakan respons kedua orang tuanya terkait dengan bidang pekerjaan yang diembannya saat ini.

“Mereka sangat bangga dan sepenuhnya mendukung apapun pekerjaan saya, tidak pernah ada unsur paksaan baik itu dalam pendidikan, karier maupun yang lainnya. Mereka memberikan saya kebebasan apapun selagi itu baik bagi saya dan berdampak pada orang banyak,” tuturnya.

Meski bukan sebuah pekerjaan yang mudah dilakukan oleh kebanyakan wanita, bekerja sebagai engineer di kapal LNG merupakan suatu kebangaan tersendiri bagi Angelina. 
Pengalaman yang diraih selama ini membuatnya yakin bahwa wanita memiliki kesempatan yang sama di atas kapal.

Sementara itu, Corporate Secretary HUMI sebut bahwa hadirnya Angelina di deretan awak kapal LNG menjadi bukti penerapan kesetaraan gender oleh Perseroan.

“Hadirnya peran wanita dalam pengoperasian kapal LNG menjadi bukti nyata penerapan prinsip kesetaraan gender sebagai representasi good corporate governance yang dijalankan,” kata Corporate Secretary GTSI Dandun Widodo.