Target 1 Juta Barel per Hari, SKK Migas Perkuat Teknik Metering Pengeboran
- Realisasi lifting minyak per kuartal I-2023 mencapai 613.700 barel minyak per hari (BPH).

Debrinata Rizky
Author


Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengeklaim berhasil melakukan efisiensi biaya di lapangan sebesar US$500 juta hingga US$600 juta pada kuartal-I tahun 2021. / Ilustrasi. Sumber: esdm.go.id
(Istimewa)JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migs) mencatat realisasi lifting minyak per kuartal I-2023 mencapai 613.700 barel minyak per hari (BPH).
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, untuk mencapai target, salah satu cara yang difokuskan adalah metering. Ini merupakan sebuah operasi pengukuran aliran fluida hidrokarbon yang dilakukan tanpa perlu menghentikan pergerakan fluida.
"Kondisi ini menuntut kita untuk terus mencari upaya untuk mengatasi kendala produksi, meningkatkan produksi dari lapangan migas aktif, mengaktifkan lapangan migas idle serta melakukan percepatan produksi dari sumur atau lapangan baru. Upaya tersebut tentunya memerlukan produk dan teknologi yang tepat," imbuh Dwi dalam keterangan, Rabu, 31 Mei 2023.
- Pendiri BFIN Profit Taking, Raih Dana Rp46 Miliar
- Mudahkan Jemaah Haji, Debit Muamalat Kini Bisa Dipakai di ATM Arab Saudi
- Soal Ekspor Pasir Laut, Pemerintah Dinilai Lakukan Greenwashing
Dwi menambahkan, untuk menyelesaikan berbagai tantangan di industri hulu migas membutuhkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi semua pihak untuk mencapai target. Komitmen investasi hulu migas tahun 2023 yang mencapai US$15,3 miliar harus dapat diserap seluruhnya.
Momentum yang baik pada kuartal I -2023 ini, diharapkan dapat menjadi pendorong untuk implementasi program yang lebih masif dan agresif di kuartal II 2023 hingga akhir tahun nanti. Apalagi target produksi dan lifting migas nasional tahun 2023 yang ditetapkan oleh pemerintah lebih tinggi dari persetujuan WP&B tahun 2023.
Selain strategi mencapai 1 juta barel, SKK Migas, kontraktor kontrak kerja migas, dan Asosiasi Sistem Meter Indonesia (ASMETI) membahas yang mencakup antara lain, production technology implementation-artificial lift optimization, debottlenecking production facility and stock reduction, gas fuel optimization and flare reduction, planned maintenance optimization dan oil and gas measurement

Laila Ramdhini
Editor
